• Fitur
    Pembelian Penjualan Keuangan Persediaan Manufaktur Laporan HRIS Multi Cabang WA Assistant Semua fitur →
  • Harga
  • Partner
  • Blog
  • Bantuan
Masuk Daftar Masuk Sebagai Tamu
  • Navbar :
  • Fitur
    • Pembelian
    • Penjualan
    • Keuangan
    • Persediaan
    • Manufaktur
    • Laporan
    • HRIS
    • Multi Cabang
    • WA Assistant
    • Semua fitur →
  • Harga
  • Partner
  • Blog
  • Bantuan
Fitur HRIS

HRIS

Kelola karyawan dari absensi, cuti, payroll dan PPh 21, sampai rekrutmen dan KPI. Modul tambahan untuk bisnis yang sudah punya tim.

Coba Gratis 14 Hari Lihat Harga
Absensi & Shift Cuti & Izin Payroll & PPh 21 Data Karyawan, Kontrak & Surat Rekrutmen KPI & Penilaian Kesejahteraan & Koperasi Aplikasi Mobile & WFA Laporan SDM
01

Absensi & Shift

Absensi & Shift

Shift sering bertabrakan, absen tercecer, dan rekap makan waktu? Bagaimana cara memastikan toko tetap jalan tanpa kebingungan jadwal?

Pagi hari Anda sudah sibuk buka toko, menyiapkan display, mengecek stok yang baru datang. Di saat yang sama, dua karyawan menanyakan jadwal karena chat semalam terlewat. Sore harinya, ada yang pulang lebih cepat karena ganti jadwal mendadak. Rekap absensi pun menumpuk di akhir minggu: menelusuri chat, menghitung manual hari kerja, dan membedakan mana yang izin, mana yang benar-benar absen.

Di gudang atau cabang, situasinya serupa. Tim operasional perlu jadwal yang jelas supaya penerimaan barang, packing, dan pengiriman berjalan mulus. Namun ketika jadwal dibuat di banyak tempat—chat, kertas, file—perubahan kecil bisa berakibat besar: staf berlebih di satu jam, kekurangan tenaga di jam lain, dan pelanggan menunggu lebih lama.

Fitur Absensi & Shift di HRIS Marlin membantu Anda menata jadwal kerja dan mencatat kehadiran dalam satu alur yang konsisten. Anda dapat menyusun pola shift, menjadwalkan tim per hari atau minggu, lalu mencatat hadir/masuk-pulang dengan rapi. Data kehadiran ini kemudian siap dipakai bersama bagian lain di HRIS—misalnya saat menghitung gaji di Payroll & PPh 21, membedakan hari izin melalui Cuti & Izin, dan meninjau tren di Laporan SDM.

Apa yang Bisa Anda Lakukan

Menyusun Jadwal Shift yang Jelas dan Terencana

Anda dapat menyiapkan pola kerja (misalnya pagi, siang, malam) sesuai kebutuhan operasional, lalu menerapkannya pada periode tertentu. Setiap shift memiliki rentang waktu yang Anda tentukan sendiri, sehingga jadwal kerja menjadi jelas, konsisten, dan mudah dipahami oleh tim.

Dengan jadwal yang rapi, Anda mengurangi risiko kekurangan atau kelebihan staf di jam sibuk. Toko yang ramai tetap tertangani, proses gudang tidak terhambat, dan pelanggan tidak perlu menunggu lama. Bagi pemilik usaha, jadwal yang terencana membuat pemantauan menjadi mudah—Anda tahu siapa yang bertugas, kapan, dan di mana mereka dibutuhkan.

Menjadwalkan Tim Per Hari atau Minggu

Setelah pola shift tersedia, Anda menjadwalkan karyawan per tanggal sesuai rencana operasional. Penjadwalan dapat dilakukan untuk harian atau mingguan, sehingga Anda bisa melihat beban kerja mendekat (hari ini-besok) sekaligus menyiapkan kebutuhan tenaga di pekan berikutnya.

Pemetaan staf yang merata membantu mencegah bottleneck. Contohnya, Anda memastikan ada cukup orang di kasir saat jam makan siang yang ramai, sementara tim gudang dipenuhi di jam penerimaan barang. Jika ada perubahan rencana, Anda dapat memperbarui penjadwalan sehingga semua pihak mengacu pada sumber data yang sama.

Mencatat Kehadiran Masuk-Pulang Secara Konsisten

Fitur Absensi & Shift memungkinkan pencatatan hadir (masuk) dan pulang di satu tempat. Jika diperlukan, penanggung jawab dapat memperbarui catatan kehadiran—misalnya menambahkan keterangan saat terjadi perubahan atau pembetulan data—sehingga histori tetap rapi dan dapat ditelusuri.

Satu sumber data kehadiran membuat rekap tidak lagi tersebar di chat dan kertas. Di akhir periode, Anda tidak perlu menggabungkan catatan dari banyak tempat. Semua bukti hadir/pulang tersimpan, dapat dicek kembali, dan siap dipakai untuk keperluan selanjutnya di HRIS.

Menandai Ketidakhadiran dan Membedakan dengan Izin/Cuti

Dalam praktiknya, tidak semua ketidakhadiran itu sama. Ada yang memang absen tanpa kabar, ada juga yang sudah mengajukan izin atau cuti. Dengan Absensi & Shift, Anda dapat menandai status kehadiran secara konsisten dan membedakan mana yang benar-benar absen, mana yang seharusnya dihitung sebagai izin/cuti sesuai pencatatan di modul Cuti & Izin.

Pembedaan status ini penting agar perhitungan dan evaluasi adil. Tim yang absen tanpa keterangan terlihat jelas, sementara karyawan yang sudah mengurus izin/cuti tidak tercampur dalam kategori ketidakhadiran. Dampaknya, komunikasi lebih sehat dan kebijakan perusahaan dapat diterapkan secara konsisten.

Merekap Kehadiran untuk Penggajian dan Laporan SDM

Setelah kehadiran tercatat, Anda dapat melihat rekap per karyawan dan per periode. Rekap ini menjadi dasar informasi yang berguna saat memproses penggajian di Payroll & PPh 21 dan saat meninjau tren kehadiran di Laporan SDM. Tidak perlu menghimpun ulang data—semua sudah berada dalam satu ekosistem HRIS.

Dengan rekap yang jelas, pemilik usaha dapat mengambil keputusan operasional yang lebih cepat. Misalnya, Anda mengetahui hari apa toko membutuhkan tambahan shift, atau bagian mana yang perlu penyesuaian penjadwalan. Saat menghitung gaji, data kehadiran yang rapi memudahkan Anda menerapkan kebijakan internal perusahaan secara konsisten.

Bagaimana Alurnya di Marlin

  1. Pastikan data karyawan tersedia di HRIS. Nama, unit/bagian, dan status aktif menjadi landasan agar penjadwalan dan kehadiran tercatat atas orang yang tepat.
  2. Tentukan pola kerja/shift sesuai kebutuhan operasional. Misalnya Anda membuat pola “Pagi” dan “Siang” dengan rentang jam yang sesuai kebiasaan toko atau gudang.
  3. Jadwalkan karyawan per hari atau minggu menggunakan pola shift tersebut. Di tahap ini, Anda mengisi siapa yang bertugas pada tanggal tertentu sehingga susunan giliran kerja jelas untuk semua pihak.
  4. Pada hari-H, kehadiran dicatat di sistem: karyawan hadir (masuk) dan pulang sesuai jadwal. Jika terjadi perubahan di lapangan, penanggung jawab dapat menambahkan keterangan atau melakukan pembaruan yang diperlukan.
  5. Jika ada karyawan yang mengajukan izin/cuti melalui modul Cuti & Izin, status hari terkait dapat dibedakan dari ketidakhadiran tanpa keterangan, sehingga rekap kehadiran lebih akurat.
  6. Tinjau rekap harian atau periodik. Anda dapat melihat status hadir, pulang, serta ketidakhadiran yang sudah ditandai. Rekap ini menjadi ringkasan yang memudahkan kontrol operasional dan diskusi dengan tim.
  7. Gunakan data kehadiran saat memproses gaji di Payroll & PPh 21 dan saat menyusun Laporan SDM. Karena data berada dalam satu ekosistem HRIS, Anda tidak perlu menyalin dari berbagai sumber.

Terhubung dengan Bagian Lain

  • Cuti & Izin: Absensi & Shift membedakan ketidakhadiran yang disebabkan izin/cuti sesuai pencatatan Anda, sehingga rekap kehadiran tetap adil.
  • Payroll & PPh 21: Data kehadiran menjadi referensi saat menghitung gaji sesuai kebijakan internal perusahaan Anda.
  • Data Karyawan, Kontrak & Surat: Penjadwalan dan kehadiran mengacu pada data karyawan yang tersimpan di HRIS sehingga tidak perlu input ganda.
  • Rekrutmen: Setelah kandidat menjadi karyawan aktif, Anda dapat memasukkannya ke jadwal shift tanpa menyalin data ulang.
  • KPI & Penilaian: Rekap kehadiran dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan saat menilai konsistensi dan kedisiplinan.
  • Aplikasi Mobile & WFA: Untuk tim yang mobilitasnya tinggi, modul ini membantu akses informasi jadwal dan kehadiran saat tidak berada di kantor.
  • Laporan SDM: Ringkasan kehadiran per periode dapat ditinjau sebagai bagian dari laporan sumber daya manusia.

Contoh Situasi

Skenario 1 – Toko RetailSesudah: Jadwal disusun di Absensi & Shift dengan pola “Pagi” dan “Siang”. Untuk minggu berjalan, masing-masing karyawan sudah terjadwal per hari. Kehadiran dicatat di sistem setiap hari. Saat seorang karyawan mengurus izin, statusnya tercatat melalui Cuti & Izin dan tidak bercampur sebagai absen. Di akhir minggu, rekap kehadiran langsung siap dipakai untuk proses gaji. Hasilnya, pemilik toko tahu kapan perlu menambah orang, misalnya menambah satu orang di jam makan siang pada hari Sabtu (contoh).

Skenario 2 – Distributor
Sebelum: Tim gudang dan admin memakai file terpisah untuk giliran kerja. Saat ada pengiriman tambahan, jadwal mendadak diubah di kertas tempel. Absensi dicatat di buku, lalu direkap ulang ke spreadsheet. Butuh waktu lama, dan data sering tidak sinkron antar bagian.
Sesudah: Bagian gudang menyiapkan shift mingguan. Karyawan dijadwalkan per tanggal sesuai ritme kedatangan barang. Kehadiran dicatat setiap hari dalam sistem yang sama. Ketika ada staf yang sudah mengajukan cuti, jadwal tetap rapi karena statusnya jelas. Di akhir bulan, rekap kehadiran tersedia untuk proses penggajian dan untuk melihat kecenderungan hari-hari yang paling sibuk (misalnya, awal pekan saat banyak purchase order tiba – ilustrasi).

Tips agar Hasilnya Maksimal

  • Buat dan tetapkan pola shift tetap (misalnya Pagi, Siang) agar penjadwalan lebih cepat dan konsisten.
  • Tutup dan umumkan jadwal minimal H-1; jika ada perubahan, tambahkan keterangan pada pencatatan agar histori mudah ditelusuri.
  • Tunjuk satu penanggung jawab per tim untuk meninjau kehadiran harian, sehingga koreksi dilakukan di hari yang sama bila diperlukan.
  • Segera input izin/cuti di modul Cuti & Izin agar status ketidakhadiran tidak tercampur sebagai absen tanpa keterangan.
  • Selaraskan periode rekap kehadiran dengan periode penggajian agar proses Payroll & PPh 21 berjalan lancar.
  • Gunakan rekap mingguan untuk melihat tren jam sibuk, lalu sesuaikan jumlah staf per shift berdasarkan data tersebut.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Absensi & Shift harus digunakan bersama modul lain?

Absensi & Shift adalah bagian dari HRIS dan bisa Anda gunakan untuk menata jadwal serta mencatat kehadiran. Bila dipadukan dengan modul lain seperti Cuti & Izin, Payroll & PPh 21, dan Laporan SDM, datanya menjadi lebih berguna untuk penggajian dan analisis SDM.

Bisakah saya menjadwalkan shift tetap maupun bergilir?

Ya. Anda dapat menyiapkan pola shift yang sesuai kebutuhan (misalnya “Pagi”, “Siang”) lalu menerapkannya pada jadwal harian atau mingguan. Dengan begitu, tim yang jadwalnya tetap maupun yang bergilir tetap bisa diatur rapi dalam satu tempat.

Bagaimana jika ada karyawan yang izin atau cuti di hari yang sudah terjadwal?

Anda mencatat izin/cuti karyawan di modul Cuti & Izin. Dengan begitu, status hari tersebut dapat dibedakan dari ketidakhadiran tanpa keterangan pada rekap Absensi & Shift, sehingga penilaian kehadiran tetap adil.

Apakah Absensi & Shift otomatis menghitung komponen gaji?

Absensi & Shift berfokus pada penjadwalan dan pencatatan kehadiran. Perhitungan komponen gaji dilakukan di modul Payroll & PPh 21 sesuai kebijakan dan pengaturan perusahaan Anda.

Siap menata jadwal dan kehadiran tanpa ribet? Coba Absensi & Shift di HRIS Marlin dan rasakan ringannya mengelola tim setiap hari.

02

Cuti & Izin

Cuti & Izin

Sering pusing membagi jadwal karena cuti mendadak dan izin yang tercecer di chat?

Di toko atau gudang yang sibuk, kabar karyawan mau cuti atau izin sering datang lewat banyak jalur: obrolan singkat di kasir, pesan WhatsApp, atau titipan ke supervisor. Hari berganti, Anda butuh tahu siapa yang absen dan sampai kapan, tapi catatannya tersebar. Akibatnya, jadwal shift bentrok, target pengiriman molor, dan pelanggan ikut menunggu.

Di sisi lain, HR perlu jejak keputusan yang rapi. Siapa mengajukan, apa alasannya, kapan disetujui, dan oleh siapa. Tanpa arsip yang konsisten, kebijakan jadi sulit ditegakkan. Ketika ada audit internal atau evaluasi kinerja, baru terasa betapa mahalnya waktu yang habis untuk mencari-cari data lama.

Fitur Cuti & Izin di Marlin membantu Anda menertibkan seluruh permohonan ketidakhadiran di satu tempat yang mudah ditinjau. Anda dapat mencatat permohonan, memperbarui keputusan sesuai kebijakan internal, lalu meninjau riwayat per karyawan atau periode tertentu. Hasilnya: perencanaan tenaga kerja lebih tenang, keputusan tidak hilang di chat, dan tim operasional punya rujukan yang jelas tentang siapa yang hadir di lantai toko atau gudang.

Apa yang Bisa Anda Lakukan

Mencatat permohonan cuti dan izin dengan rapi

Di Marlin, permohonan cuti atau izin dicatat sebagai entri yang terhubung dengan karyawan terkait dan periode ketidakhadiran yang direncanakan atau telah terjadi. Anda bisa menambahkan keterangan singkat agar alasan dan konteksnya mudah dipahami tim HR dan atasan.

Cara ini penting karena mencegah tumpang tindih informasi. Ketimbang mengandalkan pesan yang mudah tenggelam, Anda memiliki catatan yang bisa ditinjau kapan saja. Misalnya, saat kepala toko butuh memastikan pengganti kasir untuk hari Jumat, ia cukup merujuk daftar yang sudah tercatat, tidak perlu menggulir ratusan chat.

Menindaklanjuti dan memperbarui keputusan

Setelah ada keputusan dari atasan atau pihak yang berwenang sesuai kebijakan perusahaan, status permohonan dapat diperbarui agar mencerminkan hasilnya. Jika ada perubahan tanggal, penundaan, atau pembatalan, catatan yang sama dapat disesuaikan sehingga arsip tetap akurat.

Ini membantu menjaga konsistensi eksekusi di lapangan. Tim operasional mengacu pada data terbaru, bukan informasi lama. HR pun tidak perlu membuat catatan baru setiap terjadi revisi—cukup memperbarui yang sudah ada. Dampaknya nyata: jadwal lebih stabil, dan konflik antar-shift dapat diminimalkan.

Meninjau riwayat ketidakhadiran per karyawan dan periode

Semua catatan cuti dan izin yang sudah dibuat dapat ditinjau kembali per orang maupun per periode. Dengan begitu, ketika Anda ingin melihat catatan ketidakhadiran seorang staf selama satu bulan tertentu, informasinya tersedia tanpa harus membuka file terpisah.

Riwayat ini berguna saat diskusi evaluasi kerja atau saat menimbang penempatan tugas berikutnya. Anda bisa melihat pola ketidakhadiran secara objektif berdasarkan arsip yang tetap, bukan sekadar ingatan. Pada praktik sehari-hari, ini mencegah salah persepsi yang sering terjadi di tim yang sibuk.

Membedakan alasan ketidakhadiran sesuai kebijakan internal

Setiap permohonan dapat disertai keterangan yang menjelaskan alasan—apakah itu cuti tahunan, kepentingan keluarga, urusan administrasi, sakit dengan surat dokter, atau kebutuhan operasional lain yang relevan. Penjelasan ini membantu pihak yang menyetujui memahami konteks sebelum mengambil keputusan.

Bagi bisnis, kejelasan alasan penting karena menyangkut fairness dan konsistensi. Tim merasa kebijakan berlaku sama untuk semua ketika catatan alasan terdokumentasi. Saat dibutuhkan, HR punya pijakan yang jelas untuk berdialog dengan karyawan tentang kebiasaan ketidakhadiran.

Mempersiapkan perencanaan tenaga kerja berbasis data yang tercatat

Informasi cuti dan izin yang telah dicatat menjadi rujukan saat Anda menata jadwal toko, gudang, atau tim distribusi. Misalnya, jika beberapa staf pergudangan merencanakan cuti di minggu yang sama, Anda dapat mengatur ulang rencana kerja lebih awal berdasar catatan yang sudah ada.

Dengan begitu, kerja pengganti dapat disiapkan lebih tenang, beban tidak menumpuk di satu orang, dan layanan ke pelanggan tetap terjaga. Walau perencanaan tetap keputusan manajerial, memiliki data cuti dan izin yang tersusun rapi membuat keputusan itu jauh lebih mudah dan cepat.

Bagaimana Alurnya di Marlin

  1. Karyawan menyampaikan rencana cuti atau kebutuhan izin kepada atasan/HR sesuai kebijakan internal perusahaan. Ini bisa terjadi jauh hari sebelum tanggalnya, atau segera setelah ada keperluan mendesak.
  2. Admin HR mencatat permohonan tersebut di Marlin untuk karyawan yang bersangkutan, menyertakan periode ketidakhadiran dan keterangan yang relevan agar mudah dipahami pihak terkait.
  3. Setelah perusahaan mengambil keputusan sesuai prosedur internal, admin memperbarui catatan agar mencerminkan hasilnya. Jika ada revisi tanggal atau perubahan durasi, catatan yang sama disesuaikan sehingga arsip tetap konsisten.
  4. Tim operasional menggunakan catatan yang sudah terdokumentasi ini sebagai rujukan ketika menyusun jadwal shift, pengiriman, atau penggantian peran di hari H.
  5. Usai periode berjalan, HR meninjau catatan untuk melihat ketidakhadiran per karyawan pada rentang waktu tertentu, sebagai bahan diskusi ke depan.
  6. Jika ditemukan ketidaksesuaian informasi (misalnya alasan yang diperbarui), admin mengedit catatan agar histori yang tersimpan tetap benar dan dapat dilacak saat diperlukan.

Terhubung dengan Bagian Lain

  • Absensi & Shift: Informasi cuti dan izin yang tercatat menjadi rujukan saat menyusun jadwal dan menilai kehadiran harian.
  • Payroll & PPh 21: Keputusan terkait cuti/izin dapat dijadikan referensi saat menghitung penggajian sesuai kebijakan perusahaan.
  • Data Karyawan, Kontrak & Surat: Identitas dan status kerja karyawan menjadi acuan saat mencatat ketidakhadiran.
  • Rekrutmen: Walau tidak langsung terkait, riwayat ketidakhadiran dapat menjadi bahan pertimbangan internal ketika menempatkan talenta yang sudah ada.
  • KPI & Penilaian: Rekam jejak hadir/tidak hadir mendukung diskusi objektif dalam penilaian kinerja.
  • Kesejahteraan & Koperasi: Informasi ketidakhadiran membantu merencanakan program internal atau kegiatan yang melibatkan karyawan.
  • Aplikasi Mobile & WFA: Tim yang bekerja fleksibel tetap membutuhkan pencatatan cuti dan izin yang rapi sebagai rujukan kehadiran.
  • Laporan SDM: Data cuti/izin yang tersusun memudahkan penyusunan ringkasan SDM ketika dibutuhkan manajemen.

Contoh Situasi

Skenario 1 – Toko retail dengan 12 karyawan

Sebelum memakai Cuti & Izin: Kepala toko sering menerima pengajuan izin lewat chat pribadi. Saat akhir pekan ramai, dua kasir sekaligus izin tanpa arsip yang jelas. Jadwal jadi berantakan; satu kasir harus merangkap, antrean mengular, dan ada pelanggan yang batal belanja.

Sesudah memakai Cuti & Izin: Setiap permohonan dicatat di Marlin oleh admin. Kepala toko meninjau daftar yang tercatat untuk minggu depan. Ia melihat dua kasir mengajukan cuti di hari yang sama dan mengatur penggantian lebih awal. Hasilnya, di hari H antrean tetap lancar. Dalam rapat bulanan, HR meninjau catatan ketidakhadiran dan menyepakati sosialisasi ulang kebijakan izin mendadak. Angka ilustrasi: dari total 26 hari kerja di bulan itu, tercatat 3 hari cuti dan 2 izin terencana, sehingga penjadwalan disiapkan tanpa lembur mendadak.

Skenario 2 – Distributor FMCG dengan tim gudang dan sopir

Sebelum memakai Cuti & Izin: Pengajuan cuti sopir sering mendadak dan hanya diberitahu ke koordinator rute. Saat ada 4 rute pengiriman besar di hari yang sama, dua sopir absen dan gudang kelabakan mencari pengganti. Beberapa pelanggan menerima kiriman terlambat.

Sesudah memakai Cuti & Izin: Begitu ada rencana cuti, admin gudang mencatat di Marlin dan memperbarui keputusan setelah disetujui internal. Koordinator rute menyiapkan pengganti dari daftar cadangan berdasarkan data yang tercatat, sehingga rute tetap jalan. Di akhir kuartal, manajemen meninjau riwayat ketidakhadiran untuk melihat pola bulanan dan mengatur rekrutmen paruh waktu. Angka ilustrasi: di kuartal itu tercatat 14 hari cuti terencana dan 5 izin mendadak; tim menambah 1 staf paruh waktu untuk hari-hari puncak.

Tips agar Hasilnya Maksimal

  • Gunakan keterangan yang konsisten pada setiap catatan (misalnya ringkas alasan dan kontak pengganti) agar semua pihak memahami konteks yang sama.
  • Tetapkan kebiasaan mencatat segera setelah permohonan diterima, supaya tidak ada informasi yang tertinggal di chat atau ingatan.
  • Jadwalkan peninjauan mingguan daftar cuti/izin untuk mengantisipasi bentrok jadwal dan menyiapkan pengganti lebih awal.
  • Bedakan penamaan antara cuti terencana dan izin mendadak di keterangan, sehingga rapat operasional dapat memutuskan langkah antisipasi yang tepat.
  • Setelah keputusan dibuat, segera perbarui catatan yang sama (bukan membuat baru) agar histori tetap rapi dan mudah dilacak.
  • Gunakan riwayat per periode saat briefing bulanan, sehingga kebijakan yang disosialisasikan ke tim berbasis data yang aktual.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Siapa yang mencatat permohonan cuti dan izin di Marlin?

Umumnya admin HR atau pihak yang ditunjuk perusahaan mencatat permohonan berdasarkan informasi dari karyawan dan atasan. Dengan begitu, arsipnya terpusat dan mudah ditinjau manajemen kapan pun.

Apakah hak cuti dihitung otomatis?

Fitur Cuti & Izin berfokus pada pencatatan permohonan dan hasil keputusannya. Anda dapat meninjau riwayat per karyawan untuk memantau pemakaian sesuai kebijakan perusahaan. Penghitungan hak cuti mengikuti aturan internal bisnis Anda.

Bagaimana jika tanggal cuti berubah?

Perbarui catatan yang sudah ada agar mencerminkan perubahan tersebut. Dengan menjaga satu sumber data yang konsisten, tim operasional tidak kebingungan oleh beberapa versi informasi.

Apakah data cuti dan izin memengaruhi penggajian?

Data dari Cuti & Izin dapat dijadikan referensi saat memproses penggajian di modul Payroll & PPh 21 sesuai kebijakan perusahaan Anda. Penentuan dampaknya mengikuti aturan internal bisnis.

Siap membuat jadwal tim lebih tenang dan keputusan lebih terdokumentasi? Coba catat permohonan pertama Anda di Marlin dan rasakan bedanya dalam beberapa hari kerja ke depan.

03

Payroll & PPh 21

Payroll & PPh 21

Gaji bulanan sering molor karena data karyawan tercecer? Bingung saat merangkum PPh 21 di akhir bulan?

Situasi yang sering terjadi: tanggal gajian sudah dekat, tetapi data karyawan tersebar di beberapa file, ada yang dari tim HR, ada yang di email, ada pula catatan manual dari kepala toko. Ketika semua itu digabung di spreadsheet, angka berubah-ubah dan sulit dilacak siapa mengubah apa. Sementara itu, Anda tetap harus menyiapkan rekap PPh 21 karyawan untuk disetorkan tepat waktu.

Di sisi lain, kebutuhan bisnis tidak bisa menunggu. Karyawan perlu kepastian tanggal gajian, pimpinan butuh angka total biaya tenaga kerja bulan ini, dan Anda harus memastikan kewajiban pajak PPh 21 tercatat rapi. Jika alurnya tidak jelas, mudah sekali terjadi selisih, gaji rangkap, atau kekurangan setor pajak yang baru ketahuan belakangan.

Fitur Payroll & PPh 21 di Marlin membantu Anda menata proses penggajian dari hulu ke hilir: menyiapkan periode gaji, memasukkan data penghasilan dan potongan per karyawan, serta merangkum kewajiban PPh 21 dalam satu tempat. Tujuannya sederhana: alur kerja yang jelas, rekap yang rapi, dan keputusan yang lebih cepat tanpa perlu membangun sistem sendiri.

Apa yang Bisa Anda Lakukan

Menyusun Periode Gajian yang Tertata

Di Marlin, Anda dapat menyiapkan periode gajian (misalnya bulanan) dan menentukan karyawan mana saja yang termasuk dalam periode tersebut. Setiap periode menjadi satu payrun yang rapi, sehingga mudah ditinjau kembali ketika diperlukan. Anda bekerja per-periode, bukan per file terpisah; ini membuat penelusuran data jauh lebih mudah.

Kenapa penting? Karena banyak kekeliruan penggajian berawal dari kurang jelasnya cakupan periode. Dengan periode yang jelas, Anda tahu siapa yang digaji, untuk rentang tanggal berapa, dan mana yang belum final. Dampaknya adalah kepastian jadwal, proses approval internal yang lebih cepat, serta dokumentasi yang konsisten dari bulan ke bulan.

Mencatat Penghasilan dan Potongan per Karyawan

Anda dapat memasukkan angka penghasilan dan potongan yang relevan per karyawan untuk periode berjalan. Pendeknya, semua komponen yang memengaruhi gaji bersih dicatat di satu tempat agar rekap akhir periode mudah dipahami. Bila ada perubahan pada karyawan tertentu, Anda cukup memperbarui catatannya pada periode tersebut.

Dari sisi bisnis, ini mengurangi ketergantungan pada banyak lembar kerja yang rawan versi ganda. Ketika komponen penghasilan dan potongan tercatat konsisten, komunikasi dengan karyawan juga lebih lancar karena Anda bisa merujuk ke baris catatan yang sama tanpa interpretasi berbeda-beda.

Merangkum PPh 21 Karyawan dalam Satu Rekap

Payroll tidak berhenti pada gaji bersih; ada kewajiban pajak PPh 21 yang harus dikelola. Dengan fitur Payroll & PPh 21, Anda dapat menyiapkan dan merekap PPh 21 per karyawan untuk periode yang sama. Fokusnya adalah memastikan kewajiban pajak tercatat rapi sehingga memudahkan proses penyiapan setoran pajak.

Nilai bisnisnya jelas: ketika PPh 21 terkumpul per-periode dan per-karyawan, Anda punya dasar yang kuat saat meninjau tanggungan pajak. Hal ini membantu mencegah kekurangan bayar yang baru terdeteksi di akhir tahun, serta mempermudah diskusi internal saat ada perubahan kebijakan perusahaan terkait penghasilan kena pajak.

Melihat Ringkasan Total Gaji dan Pajak per Periode

Begitu periode dan data karyawan terisi, Anda dapat meninjau ringkasan total untuk melihat gambaran besarnya: total penghasilan karyawan, total potongan, dan rekap PPh 21 periode tersebut. Ringkasan ini memudahkan Anda menyiapkan pembayaran gaji karyawan serta menyiapkan dana untuk kewajiban pajak.

Bagi pemilik usaha dan manajer, ringkasan per-periode ini menjadi alat kontrol kas yang praktis. Bukan hanya untuk memastikan ketersediaan dana, tetapi juga untuk membandingkan dari bulan ke bulan sehingga lonjakan biaya SDM dapat cepat terlihat dan ditindaklanjuti.

Menyimpan Arsip Payroll per Periode

Setiap periode gajian yang sudah Anda kerjakan dapat disimpan sebagai arsip. Dengan demikian, ketika ada pertanyaan dari manajemen atau perlu penelusuran data lama, Anda tinggal membuka kembali periode terkait dan melihat catatannya.

Dampaknya nyata: audit internal menjadi lebih sederhana, penyesuaian di kemudian hari lebih terarah, dan tim tidak perlu lagi menghabiskan waktu mencari-cari file lama di berbagai folder.

Bagaimana Alurnya di Marlin

  1. Siapkan data karyawan yang akan digaji. Pastikan informasi dasar karyawan sudah lengkap di modul SDM, agar ketika periode gajian dibuat Anda tahu siapa saja yang masuk cakupan.
  2. Buat periode gajian. Tentukan rentang tanggal yang ingin digaji (misalnya 1–31) dan pilih karyawan yang termasuk dalam periode tersebut.
  3. Masukkan angka penghasilan dan potongan per karyawan. Catat komponen yang relevan untuk periode berjalan agar gaji bersih dapat dirangkum dengan jelas.
  4. Siapkan rekap PPh 21. Catat komponen yang memengaruhi PPh 21 per karyawan pada periode yang sama, sehingga kewajiban pajak terkumpul rapi per-periode.
  5. Tinjau ringkasan periode. Lihat total penghasilan, total potongan, dan rekap PPh 21 untuk memastikan tidak ada hal yang terlewat sebelum periode dianggap selesai.
  6. Finalkan dan arsipkan. Setelah diperiksa, tandai periode tersebut sebagai selesai menurut prosedur internal Anda dan simpan sebagai arsip agar mudah ditelusuri di kemudian hari.
  7. Gunakan ringkasan sebagai acuan pembayaran gaji dan penyiapan setoran PPh 21 di internal perusahaan Anda. Data yang sudah rapi membantu koordinasi lintas tim berjalan cepat dan jelas.

Terhubung dengan Bagian Lain

  • Absensi & Shift: Data kehadiran dapat dijadikan acuan saat menyiapkan komponen penghasilan atau potongan di periode gajian.
  • Cuti & Izin: Informasi cuti atau izin menjadi rujukan ketika Anda mengisi data penggajian periode berjalan.
  • Data Karyawan, Kontrak & Surat: Profil dan status karyawan dikelola di sini, sehingga daftar karyawan yang masuk ke periode gajian selalu mengacu pada data yang sama.
  • Rekrutmen: Ketika ada karyawan baru, proses rekrutmennya tercatat di modul terkait; setelah aktif, datanya dapat digunakan saat menyiapkan payroll periode berikutnya.
  • KPI & Penilaian: Hasil penilaian kinerja dapat menjadi pertimbangan internal saat mengisi komponen variabel di penggajian.
  • Kesejahteraan & Koperasi: Program kesejahteraan karyawan di internal perusahaan Anda dapat memengaruhi catatan penghasilan atau potongan di periode tertentu.
  • Aplikasi Mobile & WFA: Aktivitas tim yang bekerja fleksibel (seperti pengisian absensi harian) dapat menjadi referensi saat menyiapkan penggajian.
  • Laporan SDM: Rekap penggajian per-periode dapat digunakan sebagai bahan untuk melihat tren SDM di laporan yang relevan.

Contoh Situasi

Skenario 1 — Toko Retail dengan Puluhan Karyawan
Sebelum: Kepala toko menyatukan daftar gaji dari tiga file berbeda. Ada 25 karyawan, dan setiap akhir bulan butuh 2–3 hari hanya untuk menyamakan versi file. Rekap PPh 21 sering terlambat karena data tidak terkumpul serentak.
Sesudah memakai Payroll & PPh 21 di Marlin: Periode gajian dibuat sekali untuk semua karyawan. Setiap karyawan dicatat penghasilan dan potongannya di periode yang sama, lalu PPh 21 dirangkum dalam satu rekap. Pada akhir periode, total gaji bersih dan kewajiban pajak terlihat jelas. Contoh: untuk bulan tertentu, total gaji bersih misalnya Rp120.000.000 dengan rekap PPh 21 misalnya Rp7.850.000; angka ini langsung menjadi acuan internal untuk pembayaran dan penyiapan setoran pajak.

Skenario 2 — Distributor dengan Beberapa Tim Lapangan
Sebelum: HR mengumpulkan data dari supervisor lapangan melalui chat dan email. Perubahan menit-menit akhir membuat rekap gaji mudah salah urut, sementara pimpinan butuh ringkasan biaya SDM per-periode untuk evaluasi margin.
Sesudah memakai Payroll & PPh 21 di Marlin: HR menyiapkan periode gajian, mengisi penghasilan dan potongan per karyawan, lalu meninjau rekap PPh 21 di periode yang sama. Ketika pimpinan minta gambaran biaya SDM, ringkasan per-periode dapat dilihat tanpa menyusun ulang di spreadsheet. Contoh: periode berjalan menampilkan total penghasilan karyawan misalnya Rp310.000.000, total potongan misalnya Rp24.000.000, dan rekap PPh 21 misalnya Rp18.200.000 sebagai acuan internal.

Tips agar Hasilnya Maksimal

  • Tetapkan tanggal cut-off yang konsisten untuk setiap periode gajian, agar data yang masuk ke periode tersebut jelas batasnya.
  • Pastikan data dasar karyawan selalu mutakhir di modul SDM (status aktif/nonaktif, jabatan), supaya daftar karyawan di periode gajian akurat.
  • Gunakan satu sumber data untuk penghasilan dan potongan; hindari mengedit angka di luar sistem agar tidak terjadi perbedaan versi.
  • Lakukan pengecekan berpasangan (HR dan atasan terkait) sebelum periode ditandai selesai, khususnya untuk komponen yang berdampak ke PPh 21.
  • Simpan catatan perubahan pada periode berjalan (misalnya alasan koreksi) sehingga saat ditinjau ulang, konteksnya tetap jelas.
  • Buat daftar kontrol sederhana: siapa yang sudah diperiksa, siapa yang menunggu verifikasi, dan apa saja yang perlu tindak lanjut di periode berikutnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu fitur Payroll & PPh 21 di Marlin?

Ini adalah bagian dari modul HRIS yang membantu Anda menyiapkan dan mengelola penggajian karyawan sekaligus merekap kewajiban PPh 21 per-periode dalam satu tempat.

Siapa yang cocok menggunakan fitur ini?

Bisnis yang sudah memiliki tim dan membutuhkan pengelolaan SDM secara tertata, termasuk penggajian dan PPh 21. Fitur ini dirancang agar prosesnya jelas dari periode ke periode tanpa perlu membangun sistem sendiri.

Apakah fitur ini termasuk modul utama?

HRIS, termasuk Payroll & PPh 21, adalah modul tambahan (add-on) terpisah di Marlin.

Apakah harus mengaktifkan semua fitur HRIS untuk memakai Payroll & PPh 21?

Anda dapat berfokus pada penggajian dan PPh 21 sesuai kebutuhan. Fitur HRIS lain tersedia untuk melengkapi proses SDM Anda, namun penggunaannya dapat disesuaikan dengan tahapan bisnis.

Siap menata penggajian dan PPh 21 agar lebih rapi? Coba fitur ini dan rasakan proses yang lebih tenang di setiap akhir bulan.

04

Data Karyawan, Kontrak & Surat

Data Karyawan, Kontrak & Surat

Karyawan bertambah, data tercecer, kontrak nyaris habis masa berlaku—siapa yang ingat dan di mana berkasnya?

Pagi hari di toko atau gudang sering dimulai dengan pertanyaan sederhana yang bikin pusing: karyawan baru mulai hari ini, tapi datanya belum lengkap; karyawan lama minta surat keterangan kerja; satu lagi ada kontrak yang akan habis bulan depan—tapi spreadsheet Anda tidak sinkron dengan catatan HR di email. Saat informasi karyawan berpencar di banyak file, dampaknya terasa ke mana-mana: absensi tidak cocok, cuti tidak ketemu, dan payroll memakan waktu lebih lama karena harus memastikan data yang mana yang benar.

Di sisi lain, Anda butuh bukti administrasi yang rapi: kapan karyawan bergabung, status kerjanya apa, berapa kali kontraknya diperpanjang, dan nomor surat apa yang terakhir dikeluarkan. Tanpa catatan yang konsisten, keputusan manajerial jadi lambat, dan risiko salah input merembet ke perhitungan gaji atau pelaporan.

Fitur Data Karyawan, Kontrak & Surat di modul HRIS Marlin membantu Anda merapikan semua itu di satu tempat. Anda bisa menjaga satu sumber data karyawan yang sama untuk seluruh tim, mencatat detail hubungan kerja beserta periode kontrak, dan menyiapkan referensi surat-surat kepegawaian yang dibutuhkan—sehingga proses absensi, cuti, hingga penggajian di modul HRIS dapat berjalan lebih lancar karena bersandar pada data dasar yang konsisten.

Apa yang Bisa Anda Lakukan

Satu sumber data karyawan yang rapi untuk seluruh tim

Di Marlin, Anda bisa menyimpan data inti karyawan di satu tempat sehingga tim operasional, HR, dan keuangan mengacu ke informasi yang sama. Data dasar ini meliputi identitas karyawan dan informasi pekerjaan yang relevan dengan proses HR Anda. Fokusnya adalah menjaga konsistensi—ketika data karyawan diperbarui, catatan berikutnya yang memakai data tersebut akan mengacu pada versi yang sama di modul HRIS.

Kenapa ini penting? Karena banyak pekerjaan HR dan operasional bergantung pada data yang sama: nama, unit kerja, dan status hubungan kerja sering muncul kembali saat mengelola absensi, cuti, serta penggajian. Dengan satu sumber data, Anda mengurangi salah ketik ganda dan tidak perlu memburu file yang tercecer sebelum mengambil keputusan. Dampaknya langsung terasa pada kecepatan kerja dan berkurangnya revisi di akhir bulan.

Mencatat detail hubungan kerja dan masa berlaku kontrak

Anda dapat menyimpan catatan yang jelas tentang hubungan kerja karyawan, termasuk periode kontrak yang berlaku. Informasi seperti tanggal mulai bekerja dan tanggal akhir kontrak (bila ada) dicatat agar tim mengetahui masa berlakunya. Riwayat ini membantu menelusuri perjalanan kerja seorang karyawan di perusahaan Anda, termasuk saat ada perpanjangan atau perubahan status kepegawaian di kemudian hari.

Bagi bisnis ritel dan distribusi yang padat jadwal, kepastian data kontrak menghindarkan kebingungan. Misalnya, saat menyusun jadwal lembur atau menilai kelayakan cuti, mengetahui status kerja dan periode kontrak membuat diskusi menjadi faktual. Selain itu, saat tiba waktu evaluasi atau pembaruan kontrak, Anda tidak lagi mengandalkan ingatan; informasinya sudah tercatat rapi.

Menata referensi surat kepegawaian yang sering dipakai

Di samping kontrak, perusahaan kerap mengeluarkan berbagai surat internal terkait karyawan—misalnya surat penugasan, surat keterangan kerja, atau surat lain sesuai kebijakan Anda. Dengan fitur ini, Anda dapat menjaga referensi dokumen-dokumen tersebut melalui pencatatan yang terstruktur, seperti nomor surat, jenis surat, dan tanggal penerbitan, sehingga riwayatnya mudah ditelusuri ketika diperlukan.

Manfaatnya nyata saat audit internal kecil-kecilan atau ketika karyawan membutuhkan dokumen tertentu. Alih-alih mencari-cari di email lama, Anda langsung tahu surat terakhir yang diterbitkan untuk karyawan bersangkutan berikut tanggalnya. Ini membantu tim HR menjawab permintaan dengan cepat dan konsisten.

Menandai perubahan penting seperti promosi atau perubahan status

Dalam perjalanan kerja, karyawan bisa mengalami promosi, rotasi, atau perubahan status. Anda dapat mencatat perubahan-perubahan penting tersebut berikut tanggal berlakunya pada data karyawan. Dengan begitu, ketika modul HRIS lain membutuhkan data terkini, informasi yang dirujuk sudah mencerminkan kondisi terbaru yang Anda catat.

Kegunaannya terasa saat menyusun laporan internal atau saat menghitung hak-hak yang dipengaruhi oleh perubahan status. Contoh, ketika seorang karyawan berubah status kerja, catatan Anda menjadi dasar diskusi untuk cuti atau penugasan berikutnya. Yang paling penting: data historis tetap ada, sehingga Anda bisa meninjau kembali apa yang berubah dan sejak kapan.

Menyiapkan pondasi untuk Absensi, Cuti, Payroll, Rekrutmen, dan KPI

Data Karyawan, Kontrak & Surat berperan sebagai pondasi yang dipakai modul HRIS lainnya di Marlin. Ketika Anda mengelola absensi dan shift, memproses cuti dan izin, menyusun payroll dan PPh 21, menjalankan rekrutmen, atau melakukan penilaian KPI, daftar karyawan dan status hubungannya sudah tersedia sebagai referensi yang konsisten.

Hasilnya, proses lintas tim menjadi lebih mulus. Tim operasional tidak perlu menanyakan ulang status kerja saat menyusun jadwal; tim HR tidak perlu menyalin nama ke lembar kerja baru; tim keuangan tidak lagi ragu asal-usul datanya ketika mengolah penggajian. Semua mengacu ke satu data yang sama.

Bagaimana Alurnya di Marlin

  1. Mulai dengan membuat data karyawan baru. Masukkan informasi yang dibutuhkan untuk identifikasi dan catatan pekerjaan. Tujuannya agar profil dasar karyawan jelas dan menjadi rujukan bersama.
  2. Lengkapi detail hubungan kerja. Catat status kerja yang berlaku dan tanggal mulai bekerja, sehingga riwayat awal hubungan kerja terdokumentasi dengan baik.
  3. Tambahkan informasi kontrak bila relevan. Simpan keterangan seperti nomor kontrak, tanggal mulai, dan tanggal berakhirnya. Ini membantu Anda meninjau masa berlaku di kemudian hari tanpa harus membuka berkas terpisah.
  4. Catat referensi surat kepegawaian yang pernah diterbitkan untuk karyawan. Simpan informasi kunci seperti nomor dan jenis surat beserta tanggalnya agar mudah dicari ketika dibutuhkan lagi.
  5. Perbarui data ketika ada perubahan. Misalnya ada promosi, rotasi, atau perpanjangan kontrak—tambahkan catatan perubahan tersebut dengan tanggal berlakunya agar informasi terbaru selalu tersedia.
  6. Gunakan data yang sama saat bekerja di modul HRIS lain. Ketika mencatat absensi dan shift, mengelola cuti, menyusun payroll dan PPh 21, menjalankan rekrutmen, atau menilai KPI, Anda memilih karyawan dari daftar yang sama, sehingga prosesnya konsisten dari awal hingga akhir.

Terhubung dengan Bagian Lain

  • Absensi & Shift: Menggunakan daftar karyawan yang sama sebagai referensi identitas saat Anda mengelola kehadiran dan penjadwalan kerja.
  • Cuti & Izin: Memakai data karyawan dan statusnya untuk memproses pengajuan cuti dan izin dengan acuan yang konsisten.
  • Payroll & PPh 21: Mengandalkan data karyawan sebagai dasar pengolahan gaji dan PPh 21 di modul penggajian.
  • Rekrutmen: Setelah kandidat diterima, data karyawan menjadi titik awal pencatatan resmi dalam HRIS.
  • KPI & Penilaian: Profil karyawan yang sama dipakai sebagai subjek penilaian kinerja di periode evaluasi.
  • Kesejahteraan & Koperasi: Identitas karyawan dari data dasar digunakan saat Anda mengelola inisiatif kesejahteraan atau koperasi karyawan.
  • Aplikasi Mobile & WFA: Data karyawan menjadi acuan profil ketika menggunakan aplikasi mobile dan pengaturan kerja fleksibel.
  • Laporan SDM: Laporan di modul SDM membaca data karyawan sebagai sumber utama untuk ringkasan dan analitik HR.

Contoh Situasi

Skenario 1 – Toko retail dengan 15 karyawanSesudah: Semua informasi dasar karyawan dicatat di Marlin pada satu tempat yang sama. Kontrak yang berlaku, tanggal mulai, dan tanggal berakhir tersimpan di profil karyawan. Ketika menyusun jadwal dan mencatat absensi, tim melihat nama dan status yang sama. Payroll akhir bulan menjadi lebih lancar karena data yang dipakai konsisten dari awal. Sebagai ilustrasi, waktu rekonsiliasi payroll yang sebelumnya butuh 1,5 hari bisa selesai dalam 1 hari kerja karena tidak lagi bolak-balik memeriksa tiga file terpisah.

Skenario 2 – Distributor dengan tenaga lapangan dan administrasi
Sebelum: HR kecil mencatat promosi dan rotasi tim sales secara terpisah dalam email. Saat menyusun penilaian KPI kuartalan, manajer sulit menelusuri sejak kapan seorang sales berpindah wilayah kerja karena tidak ada satu catatan konsisten. Beberapa surat penugasan hanya disimpan sebagai draft di komputer pribadi staf HR.
Sesudah: Riwayat perubahan penting seperti promosi dicatat bersama data karyawan di Marlin. Referensi surat penugasan diberi nomor dan tanggal sehingga mudah dicari ketika dibutuhkan. Ketika tiba periode penilaian KPI, manajer melihat subjek yang sama dengan status terbaru yang sudah tercatat. Sebagai contoh, menyiapkan berkas penilaian untuk 10 orang sales memakan waktu lebih singkat karena tidak perlu mencari nomor dan tanggal surat penugasan satu per satu.

Tips agar Hasilnya Maksimal

  • Standarkan format isian data dasar (contoh: cara menulis nama dan jabatan) agar konsisten di seluruh tim dan periode.
  • Catat tanggal efektif setiap perubahan hubungan kerja (promosi, rotasi, perpanjangan kontrak) untuk menjaga jejak historis yang jelas.
  • Buat kebiasaan meninjau daftar kontrak yang akan berakhir secara berkala, misalnya tiap awal bulan, agar diskusi perpanjangan berjalan tepat waktu.
  • Gunakan penamaan dan penomoran surat internal secara berurutan agar mudah ditelusuri ketika dibutuhkan kembali.
  • Tetapkan satu penanggung jawab pengelolaan data karyawan di tim Anda untuk meminimalkan versi ganda dan memastikan pembaruan tercatat.
  • Lakukan pemeriksaan cepat pada data karyawan sebelum periode sibuk (contoh: tutup bulan payroll) untuk mengurangi revisi di akhir.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Data Karyawan, Kontrak & Surat bagian dari modul HRIS?

Ya. Fitur ini berada di modul HRIS Marlin, yang merupakan add-on untuk bisnis yang sudah memiliki tim dan membutuhkan pengelolaan SDM seperti absensi, cuti, payroll dan PPh 21, rekrutmen, hingga KPI.

Apakah fitur ini menghasilkan perhitungan gaji atau pajak?

Tidak. Fitur ini berfokus pada pencatatan data karyawan, kontrak, dan referensi surat. Perhitungan gaji dan PPh 21 dilakukan di bagian Payroll & PPh 21 dalam modul HRIS, dengan mengacu pada data karyawan yang sudah Anda catat.

Apakah saya bisa membuat dan memformat surat langsung di sini?

Fokus fitur ini adalah pencatatan yang rapi terkait data karyawan, kontrak, dan referensi surat (misalnya nomor dan tanggal). Pembuatan dan format surat mengikuti kebijakan internal perusahaan Anda.

Data apa saja yang sebaiknya dicatat agar membantu proses HR lain?

Sebaiknya Anda mencatat identitas karyawan yang diperlukan untuk pekerjaan HR, tanggal mulai bekerja, status hubungan kerja, serta keterangan penting tentang kontrak (misalnya nomor dan periode berlaku). Jika perusahaan menerbitkan surat-surat terkait karyawan, catat nomor, jenis, dan tanggal penerbitan untuk memudahkan penelusuran di kemudian hari.

Siap mengurangi tumpang tindih data dan mempercepat pekerjaan HR harian? Coba modul HRIS Marlin dan rasakan alurnya saat semua orang bekerja dengan sumber data karyawan yang sama.

05

Rekrutmen

Rekrutmen

CV menumpuk di WhatsApp dan email, siapa yang sudah diwawancara? Siapa yang harus dihubungi hari ini?

Di banyak usaha, proses rekrutmen jalan terus walau tanpa sistem. Lamaran masuk dari mana-mana, catatan wawancara tersebar di chat pribadi, dan keputusan akhir sering tertahan karena semua orang sibuk. Hasilnya, kandidat bagus bisa keburu bergabung di tempat lain, rekruter kewalahan, dan pemilik usaha sulit melihat gambaran utuh: berapa posisi sedang dibuka, siapa yang sudah cocok, dan kapan orangnya bisa mulai kerja.

Di sisi operasional, dampaknya nyata. Toko kekurangan kasir saat akhir pekan, gudang kekurangan picker saat stok datang, atau tim sales kehilangan momentum karena area tertentu belum ada orang. Biaya lembur meningkat, pelanggan menunggu lebih lama, dan manajer harus menambal sana-sini. Tanpa satu tempat untuk menata proses rekrutmen, waktu habis untuk mencari file dan mengulang komunikasi, bukan untuk memilih kandidat terbaik.

Modul Rekrutmen di HRIS Marlin membantu Anda menata proses rekrutmen dalam satu sistem yang sama dengan pengelolaan SDM lain. Anda dapat merangkum kebutuhan posisi, mencatat kandidat dan progresnya, menyelaraskan keputusan lintas tim, lalu meneruskan proses ke pengelolaan karyawan ketika kandidat diterima. Tujuannya sederhana: semua orang melihat informasi yang sama, langkah-langkahnya jelas, dan Anda bisa mengisi kebutuhan tenaga kerja dengan lebih tertib.

Apa yang Bisa Anda Lakukan

Menata Kebutuhan Posisi dengan Jelas

Di modul Rekrutmen, Anda dapat merangkum kebutuhan per posisi dalam satu tempat: nama peran, lokasi penempatan, dan catatan hal-hal penting yang perlu disepakati tim sebelum membuka lowongan. Informasi ini menjadi rujukan bersama saat menyaring kandidat, sehingga diskusi tidak melebar dan keputusan bisa lebih cepat.

Kejelasan kebutuhan di awal akan mengurangi miskomunikasi di tengah jalan. Misalnya, saat mencari kasir, Anda dan supervisor sudah menyepakati jadwal kerja, kemampuan kasir yang diutamakan, dan target tanggal mulai. Ketika kandidat masuk, semua orang menilai berdasarkan rujukan yang sama, bukan pendapat masing-masing yang berubah-ubah.

Memusatkan Data Kandidat dan Riwayat Prosesnya

Anda bisa menghimpun kandidat yang masuk dari berbagai sumber ke satu tempat dan mencatat informasi pentingnya: identitas, kontak yang bisa dihubungi, serta catatan ringkas dari penyaring atau pewawancara. Dengan begitu, ketika manajer ingin melihat siapa saja yang sedang dipertimbangkan, datanya langsung tersedia dan tidak perlu mencari di chat atau email lama.

Memusatkan data kandidat membantu menghindari duplikasi dan miskomunikasi. Jika suatu ketika kandidat dihubungi oleh dua orang berbeda, Anda cukup melihat catatan terakhir untuk menentukan tindak lanjut. Tim juga bisa menghindari pertanyaan yang sama berulang-ulang, menciptakan pengalaman yang lebih profesional bagi kandidat.

Melacak Progres Rekrutmen per Kandidat

Setiap kandidat dapat diberi penanda progres sehingga tim tahu posisinya saat ini: masih dalam penyaringan awal, sudah diwawancara, atau menunggu keputusan. Penanda ini memudahkan Anda memprioritaskan pekerjaan harian—siapa yang perlu dijadwalkan, siapa yang perlu dikabari, dan siapa yang sudah final.

Dengan progres yang terpantau, antrean pekerjaan lebih teratur. Anda dapat menghindari situasi umum seperti lupa memberi kabar ke kandidat setelah wawancara atau menunda keputusan karena kehilangan jejak catatan. Alhasil, kandidat yang tepat tidak menunggu terlalu lama dan citra merek pemberi kerja Anda ikut terjaga.

Menyelaraskan Keputusan Lintas Tim

Rekrutmen jarang dikerjakan sendirian. Di modul Rekrutmen, informasi yang sama dapat diakses oleh pihak terkait sehingga diskusi keputusan bisa mengacu pada data yang sudah tercatat. Ketika supervisor toko dan HR berdiskusi, semua orang melihat sumber informasi yang sama dan tahu apa yang sudah dilakukan terhadap kandidat tersebut.

Penyelarasan seperti ini penting untuk bisnis yang bergerak cepat. Keputusan lebih tajam karena didukung catatan yang lengkap, bukan ingatan rapat terakhir. Waktu tunggu kandidat berkurang, dan Anda bisa mengamankan talenta yang dibutuhkan sebelum mereka menerima tawaran di tempat lain.

Menyiapkan Transisi ke Pengelolaan Karyawan

Saat kandidat diterima, proses dapat dilanjutkan ke pengelolaan SDM di HRIS Marlin. Tim Anda bisa meneruskan data yang diperlukan agar karyawan baru segera siap dikelola di modul lain—mulai dari pencatatan data karyawan hingga penyiapan jadwal kerja sesuai kebutuhan operasional Anda.

Transisi yang rapi mengurangi waktu hampa antara “diterima” dan “siap bekerja”. Bagi bisnis, ini berarti posisi kritikal lebih cepat terisi di lapangan, sementara administrasi SDM tidak tertinggal. Karyawan baru pun mendapat kesan awal yang baik karena prosesnya jelas dan tertata.

Bagaimana Alurnya di Marlin

  1. Tentukan kebutuhan posisi yang ingin diisi dan rangkum informasinya di modul Rekrutmen. Ini menjadi acuan tim saat menilai kandidat.
  2. Kumpulkan lamaran yang masuk dan catat kandidat ke dalam sistem agar data tidak tercecer di berbagai saluran komunikasi.
  3. Lakukan penyaringan awal dan tuliskan catatan ringkas mengenai kesesuaian kandidat dengan kebutuhan yang telah dirumuskan.
  4. Koordinasikan wawancara atau tindak lanjut lain dan perbarui penanda progres kandidat agar seluruh tim tahu status terkininya.
  5. Setelah wawancara, rekam hasil dan pertimbangan, lalu diskusikan keputusan dengan pihak terkait berdasarkan catatan yang tersedia.
  6. Tetapkan keputusan akhir: kandidat diterima atau tidak. Untuk yang diterima, siapkan transisi ke pengelolaan karyawan di HRIS Marlin.
  7. Teruskan proses kepada tim yang mengurus data karyawan, jadwal kerja, dan hal administratif lain yang relevan sehingga karyawan baru siap bergabung.

Terhubung dengan Bagian Lain

  • Absensi & Shift: Setelah kandidat menjadi karyawan, jadwal kerja dan kehadirannya dapat dikelola di modul ini.
  • Cuti & Izin: Karyawan baru yang telah tercatat dapat diatur hak cuti dan perizinannya sesuai kebijakan perusahaan.
  • Payroll & PPh 21: Ketika karyawan resmi bergabung dan datanya lengkap, tim dapat memproses penggajian dan pajak di modul terkait.
  • Data Karyawan, Kontrak & Surat: Hasil rekrutmen dilanjutkan ke pencatatan karyawan serta pengelolaan dokumen ketenagakerjaan.
  • KPI & Penilaian: Setelah bergabung, target kinerja dan evaluasi karyawan dapat ditetapkan dan dipantau.
  • Kesejahteraan & Koperasi: Karyawan yang telah aktif bisa diikutsertakan dalam program kesejahteraan sesuai kebijakan bisnis Anda.
  • Aplikasi Mobile & WFA: Karyawan yang telah tercatat dapat memanfaatkan aplikasi mobile sesuai pengaturan di HRIS.
  • Laporan SDM: Ringkasan terkait perekrutan dan tenaga kerja dapat dilihat bersama indikator SDM lainnya.

Contoh Situasi

Skenario 1 (Toko Retail): Sebelum memakai modul Rekrutmen, pemilik toko menerima lamaran kasir dari tiga channel berbeda. Dua kandidat kuat tidak sengaja dihubungi dua kali oleh orang yang berbeda, sementara satu kandidat lain tidak diberi kabar selama seminggu. Akhirnya, kedua kandidat kuat bergabung di tempat lain. Setelah memakai modul Rekrutmen, semua kandidat dicatat di satu tempat, progresnya jelas, dan keputusan bisa diambil lebih cepat. Dalam ilustrasi, toko butuh 2 kasir baru sebelum akhir bulan; dengan catatan yang rapi, wawancara selesai dalam 5 hari kerja dan 2 kandidat terbaik konfirm bergabung 1 minggu kemudian (contoh).

Skenario 2 (Distributor): Sebuah distributor butuh sales untuk area baru. Sebelum menggunakan modul Rekrutmen, manajer area, HR, dan pimpinan saling bertukar file dan catatan via email yang berbeda-beda. Rapat memakan waktu lama karena setiap orang membawa versi catatan sendiri. Setelah memakai modul Rekrutmen, semua pihak mengacu pada informasi yang sama, progres kandidat terlihat, dan keputusan akhir diambil lebih cepat. Dalam ilustrasi, perusahaan menargetkan 3 orang sales dalam 1,5 bulan; dengan proses yang tertata, 3 orang kandidat yang cocok dapat diputuskan dalam 4 minggu (contoh).

Tips agar Hasilnya Maksimal

  • Rumuskan kebutuhan posisi secara tertulis dan singkat (peran, lokasi, tanggal target mulai) sebelum mulai menyaring kandidat.
  • Masukkan semua kandidat ke satu tempat sejak awal untuk menghindari duplikasi dan hilangnya jejak komunikasi.
  • Catat hasil wawancara secara ringkas pada hari yang sama agar keputusan berbasis data, bukan ingatan.
  • Tetapkan ritme tinjauan mingguan dengan pihak terkait agar progres tidak mandek dan kandidat tidak menunggu terlalu lama.
  • Tentukan titik transisi yang jelas dari “diterima” ke “siap bergabung” agar administrasi karyawan baru cepat ditangani.
  • Gunakan penamaan dan format data kandidat yang konsisten supaya pencarian dan pelaporan mudah dilakukan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Rekrutmen merupakan bagian dari HRIS Marlin?

Ya. Rekrutmen berada dalam modul HRIS Marlin, bersama fitur lain seperti absensi, cuti, payroll & PPh 21, data karyawan, KPI & penilaian, kesejahteraan & koperasi, aplikasi mobile & WFA, dan laporan SDM. Modul ini ditujukan sebagai tambahan untuk bisnis yang sudah memiliki tim.

Apakah data dari Rekrutmen bisa dilanjutkan ke pengelolaan karyawan?

Bisa. Setelah kandidat diputuskan untuk bergabung, proses dilanjutkan ke pengelolaan karyawan di HRIS Marlin sehingga tim dapat menata data karyawan, jadwal kerja, dan kebutuhan SDM lainnya di modul terkait.

Bagaimana jika proses rekrutmen di usaha saya sederhana?

Tidak masalah. Rekrutmen di HRIS Marlin dapat digunakan untuk mencatat kebutuhan posisi, mengelola daftar kandidat, dan menandai keputusan secara ringkas sehingga tetap membantu menata proses tanpa harus rumit.

Apakah Rekrutmen terhubung dengan payroll, absensi, dan cuti?

Terhubung secara alur kerja. Begitu kandidat resmi menjadi karyawan dan datanya dikelola di HRIS, tim dapat melanjutkan pengaturan payroll & PPh 21, absensi & shift, serta cuti & izin sesuai kebutuhan perusahaan.

Ingin proses rekrutmen yang lebih tertata dan mudah diikuti tim? Coba modul Rekrutmen di HRIS Marlin dan rasakan bedanya dalam keseharian operasional Anda.

06

KPI & Penilaian

KPI & Penilaian

Apakah penilaian kinerja di tim Anda masih bergantung pada ingatan dan perasaan?

Shift berganti, toko ramai, barang datang, retur pergi, dan semua bergerak cepat. Di tengah kesibukan itu, mudah sekali tujuan kerja buyar dan penilaian kinerja berubah jadi “siapa yang paling sering terlihat sibuk”. Ketika saatnya menaikkan gaji atau memberi bonus, Anda dan atasan toko mendadak harus mengandalkan chat, memory, atau catatan acak yang tidak lengkap. Hasilnya sering memicu debat panjang—bukan karena orangnya tidak kompeten, tapi karena ekspektasi dan bukti kerjanya tidak pernah ditulis jelas sejak awal.

Dalam keseharian, banyak hal baik tidak tercatat: kasir yang konsisten rapi menutup shift, picker gudang yang cepat mengemas saat order membludak, atau sales yang sabar mengurus komplain pelanggan sampai tuntas. Sebaliknya, masalah kecil bisa membesar karena tidak ada acuan: “keterlambatan siapa?” “target yang mana?” “standar apa?”. Semua terasa kabur.

Fitur KPI & Penilaian di HRIS Marlin membantu Anda menyepakati tujuan kerja sejak awal periode, mencatat capaian penting selama berjalan, lalu menutupnya dengan penilaian yang terdokumentasi. Dengan alur yang sederhana dan terpusat, diskusi kinerja menjadi lebih objektif, adil, dan cepat—memberi dasar yang kuat untuk keputusan pelatihan, penugasan, maupun kompensasi sesuai kebijakan perusahaan.

Apa yang Bisa Anda Lakukan

Menetapkan tujuan kerja yang jelas per periode

Di fitur KPI & Penilaian, Anda mendata tujuan kerja yang ingin dicapai oleh karyawan atau tim pada suatu periode. Tujuan ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan relevan dengan peran—misalnya fokus pada ketelitian untuk kasir, ketepatan dan kerapian untuk tim gudang, atau kepuasan pelanggan untuk sales. Tujuan yang jelas sejak awal membuat semua orang paham arah yang sama.

Kenapa ini penting? Karena tanpa tujuan tertulis, kinerja mudah dinilai berdasarkan kesan. Dengan tujuan yang disepakati, atasan dan karyawan punya pijakan yang sama untuk memprioritaskan pekerjaan harian, menghindari salah paham, dan membuat diskusi kinerja lebih singkat dan to the point.

Mencatat capaian dan catatan penting selama periode berjalan

Selama periode, Anda dapat menuliskan capaian dan catatan singkat yang relevan langsung di fitur KPI & Penilaian. Catatan ini menjadi pengingat konkret—apa yang sudah dikerjakan, contoh situasi di lapangan, dan hal-hal yang patut diapresiasi atau diperbaiki. Semua tersimpan rapi per karyawan sehingga saat review tidak perlu mengorek chat lama atau mengandalkan ingatan.

Bagi bisnis, catatan berkala mengurangi bias di akhir periode. Ketika keputusan harus diambil, Anda punya jejak yang memadai untuk menjelaskan alasan di baliknya. Ini juga membantu karyawan menerima masukan karena ada konteks yang jelas, bukan sekadar penilaian mendadak.

Melakukan penilaian akhir yang terstruktur

Di akhir periode, Anda menuliskan hasil penilaian untuk setiap tujuan yang sudah disepakati, dilengkapi ringkasan umpan balik dan rencana tindak lanjut. Format yang terstruktur membuat atasan langsung lebih mudah menutup siklus: mana yang tercapai, mana yang perlu dukungan, dan langkah apa yang disetujui bersama ke depan.

Dampaknya, pertemuan review jadi terarah dan efisien. Karyawan keluar ruangan tahu persis apa yang sudah baik dan apa yang harus diperbaiki. Manajemen pun punya dasar yang jelas untuk keputusan penugasan berikutnya, pelatihan, atau pertimbangan kompensasi sesuai kebijakan yang berlaku.

Menyimpan riwayat penilaian tiap karyawan

Hasil penilaian per periode tersimpan sebagai rekam jejak kinerja karyawan. Saat Anda perlu meninjau kembali perkembangan seseorang—misalnya sebelum promosi atau rotasi—Anda dapat melihat konsistensi capaian dari periode ke periode, bukan hanya satu momen terakhir.

Riwayat ini membantu Anda melihat pola: siapa yang terus membaik, siapa yang stabil, dan siapa yang butuh pendampingan. Ini juga melindungi keputusan manajemen dari kesan “mendadak” karena semua tertulis dan dapat dirujuk kembali.

Menggunakan hasil penilaian sebagai bahan rapat manajemen

Ketika waktunya rapat tinjauan kinerja, Anda dapat mengumpulkan ringkasan hasil dari beberapa karyawan untuk dibahas bersama manajemen. Dengan begitu, diskusi lintas bagian menjadi lebih faktual—berdasarkan tujuan yang sama-sama dipahami dan catatan yang terdokumentasi.

Untuk bisnis ritel dan distribusi, ini krusial. Banyak keputusan—penambahan orang, perubahan shift, atau fokus pelatihan—perlu melihat gambaran tim secara menyeluruh. Hasil penilaian yang rapi mempersingkat proses karena tidak perlu lagi “meraba” kondisi lapangan.

Menjadikan penilaian sebagai dasar pengembangan

Setelah penilaian, Anda dapat menyepakati langkah lanjutan: materi pelatihan apa yang perlu diikuti, area mana yang akan dijaga konsistensinya, dan penugasan apa yang cocok untuk memperkaya pengalaman kerja. Semua keputusan itu berangkat dari catatan capaian nyata, bukan sekadar asumsi.

Dengan begitu, investasi waktu untuk pelatihan lebih tepat sasaran. Karyawan pun merasa diarahkan, bukan diadili. Dalam jangka panjang, budaya kerja menjadi lebih sehat karena tujuan, capaian, dan harapan selalu dikaitkan secara jelas.

Bagaimana Alurnya di Marlin

  1. Tentukan periode penilaian dan siapa saja yang akan dinilai. Pastikan tujuan kerja yang akan dipakai relevan dengan peran masing-masing.
  2. Tuliskan tujuan kerja/KPI yang disepakati di awal periode, lengkap dengan deskripsi yang mudah dipahami karyawan dan atasan.
  3. Selama periode berjalan, catat capaian dan hal-hal penting yang terjadi di lapangan pada fitur KPI & Penilaian agar tidak hilang di ingatan.
  4. Menjelang akhir periode, lakukan penilaian untuk setiap tujuan: tulis capaian, berikan umpan balik, dan rumuskan tindak lanjut yang realistis.
  5. Bahas hasilnya dalam pertemuan singkat dengan karyawan agar ada pemahaman dan komitmen yang sama terhadap langkah ke depan.
  6. Simpan hasil penilaian sebagai rekam jejak kinerja karyawan; gunakan catatan ini ketika Anda perlu mengambil keputusan manajemen.
  7. Tinjau ringkasan hasil untuk kebutuhan internal dan gunakan sebagai masukan saat menyusun laporan SDM di perusahaan Anda.

Terhubung dengan Bagian Lain

  • Absensi & Shift: Data kehadiran dan pola shift menjadi konteks penting saat membaca capaian kinerja harian, tanpa harus mengubah penilaian yang sudah disepakati.
  • Cuti & Izin: Riwayat cuti/izin membantu menafsirkan capaian dalam periode tertentu, terutama untuk peran yang sensitif terhadap kehadiran.
  • Payroll & PPh 21: Hasil penilaian dapat dijadikan bahan pertimbangan kebijakan kompensasi; perhitungan payroll tetap mengikuti pengaturan di modul payroll.
  • Data Karyawan, Kontrak & Surat: Informasi jabatan, unit kerja, dan masa kerja memudahkan penyusunan tujuan yang relevan untuk peran tersebut.
  • Rekrutmen: Untuk karyawan baru, tujuan awal dapat merujuk pada kebutuhan peran yang ditetapkan saat rekrutmen agar ekspektasi sejak awal jelas.
  • Kesejahteraan & Koperasi: Hasil penilaian memberi dasar yang lebih objektif saat Anda merancang program kesejahteraan atau insentif internal.
  • Aplikasi Mobile & WFA: Tim yang bekerja bergilir atau fleksibel tetap mengacu pada tujuan kerja yang sama sehingga koordinasi target lebih mudah.
  • Laporan SDM: Ringkasan hasil penilaian dapat dimasukkan dalam laporan SDM untuk memantau tren performa dari waktu ke waktu.

Contoh Situasi

1) Toko Ritel Multi-Shift

Sebelum: Kepala toko menilai kinerja kasir berdasarkan ingatan. Ketika membahas kenaikan upah, argumen yang muncul sebatas “rajin” atau “kurang teliti” tanpa bukti spesifik. Pertemuan bisa memakan waktu lama dan berakhir tanpa keputusan jelas.

Sesudah memakai KPI & Penilaian: Di awal periode, kepala toko menuliskan tujuan kerja kasir yang sederhana dan relevan, lalu selama bulan berjalan mencatat beberapa contoh capaian penting. Saat review, diskusi berlangsung terarah karena ada catatan konkret, misalnya contoh penanganan antrean saat jam sibuk dan kedisiplinan menutup kas harian. Pertemuan cukup contoh: 20 menit untuk menyepakati tindak lanjut. Keputusan promosi atau penugasan shift dibuat dengan lebih percaya diri.

2) Distributor Grosir dengan Tim Gudang dan Sales

Sebelum: Komplain pelanggan tentang keterlambatan kerap memicu saling menyalahkan antara tim gudang dan sales. Saat evaluasi, manajer kesulitan menentukan sumber masalah karena tidak ada acuan tujuan dan catatan kejadian yang rapi.

Sesudah memakai KPI & Penilaian: Di awal periode, manajer menyepakati tujuan yang relevan untuk dua peran itu, lalu menuliskan catatan penting sepanjang bulan—misalnya saat order memuncak dan strategi yang berhasil dipakai tim. Hasilnya, saat review, tim bisa membedah mana yang sudah sesuai tujuan dan mana yang perlu diperkuat. Pada periode berikutnya, komplain pelanggan turun contoh: dari 12 menjadi 4 kasus karena tindak lanjut terarah.

Tips agar Hasilnya Maksimal

  • Buat tujuan yang spesifik namun mudah dipahami; hindari kalimat umum yang bisa ditafsirkan ganda.
  • Batasi jumlah tujuan agar fokus; contoh: 3–5 tujuan inti per peran per periode sering kali sudah cukup.
  • Tulis catatan capaian segera setelah kejadian penting agar detail tidak hilang; disiplin kecil ini sangat membantu saat review.
  • Libatkan atasan langsung untuk menyepakati tujuan dan menulis umpan balik; mereka yang paling dekat dengan pekerjaan harian.
  • Gunakan data pendukung seperti kehadiran atau komplain pelanggan sebagai konteks, bukan sebagai satu-satunya penentu penilaian.
  • Tutup setiap review dengan rencana tindak lanjut yang jelas—apa yang dilanjutkan, apa yang diperbaiki, dan kapan ditinjau lagi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah hasil penilaian kinerja otomatis mengubah gaji atau bonus?

Tidak otomatis. Hasil penilaian menjadi bahan pertimbangan manajemen untuk keputusan kompensasi sesuai kebijakan perusahaan. Perhitungan payroll tetap mengikuti pengaturan di modul payroll.

Seberapa sering periode KPI & penilaian sebaiknya dilakukan?

Fleksibel sesuai kebutuhan bisnis. Banyak perusahaan memilih periode yang konsisten agar mudah dipantau, namun Anda dapat menentukannya berdasarkan ritme operasional tim Anda.

Apakah KPI harus sama untuk semua karyawan di jabatan yang sama?

Tidak harus. Tujuan kerja biasanya mengacu pada peran, namun dapat disesuaikan per individu jika ada penugasan atau prioritas khusus. Yang penting, tujuan ditulis jelas sejak awal periode dan disepakati bersama.

Apakah saya perlu tim HR khusus untuk menjalankan KPI & Penilaian?

Tidak wajib. Fitur ini bisa digunakan oleh pemilik usaha, kepala toko, atau manajer operasional. Akan semakin rapi bila ada peran HR yang mengoordinasikan, namun tidak menjadi syarat.

Siap membuat penilaian kinerja lebih objektif dan tertata? Coba KPI & Penilaian di HRIS Marlin dan rasakan bedanya dalam satu siklus kerja.

07

Kesejahteraan & Koperasi

Kesejahteraan & Koperasi

Ingin jalankan program kesejahteraan dan koperasi, tapi administrasinya tercecer?

Anda mungkin sudah menyediakan program kesejahteraan—mulai dari bantuan darurat, dukungan kesehatan, sampai koperasi karyawan. Masalahnya, catatan sering tersebar: ada di spreadsheet, di email, dan di chat grup. Siapa yang ikut? Berapa iuran bulan ini? Siapa yang sudah menerima bantuan? Saat menyiapkan gaji, tim keuangan bertanya lagi, tim HR mencari lagi. Waktu habis hanya untuk mencocokkan data.

Di sisi lain, karyawan butuh kepastian. Aturannya apa? Batasnya berapa? Keputusan siapa? Tanpa rujukan yang rapi, muncul perbedaan persepsi—ada yang merasa belum dilayani, ada yang double-entry, dan pada akhirnya Anda sulit menilai dampaknya ke biaya dan kesejahteraan tim.

Fitur Kesejahteraan & Koperasi di HRIS Marlin membantu Anda merapikan hal-hal ini secara administrasi. Informasi program, keikutseraan karyawan, dan catatan penyaluran disimpan rapi sehingga mudah ditindaklanjuti. Data ini kemudian bisa Anda gunakan sebagai rujukan saat menyiapkan penggajian di modul Payroll & PPh 21, tanpa perlu bolak-balik ke file terpisah.

Apa yang Bisa Anda Lakukan

Menata program kesejahteraan dan koperasi di satu tempat

Di aplikasi, Anda dapat mencatat program yang berjalan—misalnya program bantuan, dana sosial, hingga koperasi karyawan—beserta informasi yang relevan, lalu mengaitkannya dengan karyawan yang berpartisipasi. Catatan ini menjadi sumber kebenaran yang sama bagi HR, keuangan, dan pimpinan saat membutuhkan data, tanpa harus membuka banyak file.

Kenapa ini penting? Karena kebijakan yang baik perlu dijalankan konsisten. Dengan administrasi yang rapi, pertanyaan sehari-hari bisa dijawab cepat: siapa peserta aktif, sejak kapan, apa saja hak dan kewajiban yang berlaku menurut kebijakan perusahaan. Ini mengurangi miskomunikasi dan mempercepat pengambilan keputusan.

Menjaga keikutsertaan dan status hak karyawan tetap jelas

Anda bisa mencatat siapa saja yang mendaftar, periode keikutsertaan, dan perubahan status (misalnya saat pindah divisi atau berhenti berpartisipasi). Riwayat singkat per karyawan membantu HR menelusuri konteks saat ada pertanyaan atau evaluasi kebijakan.

Bagi bisnis, kejelasan seperti ini mengurangi sengketa kecil yang memakan waktu. Contoh, ketika ada karyawan yang merasa sudah berhenti dari koperasi namun masih tercantum; dengan catatan yang rapi, HR langsung bisa menunjukkan status terakhir yang disepakati secara internal.

Menyelaraskan administrasi kesejahteraan dengan proses penggajian dan PPh 21

Ketika menyiapkan penggajian di modul Payroll & PPh 21, data keikutsertaan dan catatan terkait dari fitur ini dapat menjadi rujukan yang konsisten. Dengan begitu, hal-hal seperti iuran rutin koperasi karyawan atau penyaluran manfaat tertentu dapat diperhitungkan sesuai kebijakan perusahaan secara tertib pada proses penggajian.

Manfaatnya nyata untuk bisnis: proses payroll berjalan lebih mulus, mengurangi tanya-jawab dadakan, dan membantu memastikan perlakuan yang konsisten setiap periode. Anda tidak mengandalkan ingatan atau chat yang tenggelam, karena rujukannya sudah terdokumentasi baik.

Mencatat permohonan, persetujuan, dan penyaluran bantuan internal

Di luar iuran atau manfaat rutin, sering ada permohonan bantuan situasional: karyawan mengalami kedaruratan, ada santunan, atau program khusus. Anda bisa menyimpan catatan ringkas mengenai permohonan, keputusan internal, hingga penyalurannya pada level administrasi HR, sehingga setiap kasus memiliki jejak yang dapat ditelusuri kembali bila diperlukan.

Ini penting untuk akuntabilitas—kepada karyawan maupun pimpinan. Setiap keputusan memiliki konteks, dan Anda dapat menghindari duplikasi atau salah paham karena semua pihak mengacu pada catatan yang sama.

Membaca ringkasan SDM untuk evaluasi program

Anda dapat menggunakan Laporan SDM untuk melihat gambaran tim secara menyeluruh dan menjadikannya bahan evaluasi program kesejahteraan dan koperasi. Ringkasan ini membantu Anda berdiskusi dengan manajemen: program mana yang berdampak, mana yang perlu disempurnakan, dan bagaimana perencanaan periode berikutnya.

Dari sisi bisnis, evaluasi yang terukur membantu menjaga anggaran tetap sehat tanpa mengorbankan manfaat bagi karyawan. Program berjalan bukan sekadar tradisi, melainkan alat untuk meningkatkan retensi, motivasi, dan produktivitas secara berkelanjutan.

Bagaimana Alurnya di Marlin

  1. Tetapkan kebijakan internal. Mulai dengan merumuskan aturan program kesejahteraan dan koperasi: tujuan, sasaran, mekanisme, dan batasan. Dokumentasikan secara ringkas agar mudah dirujuk oleh tim HR dan pimpinan.
  2. Buat daftar program dan peserta. Catat program yang aktif, lalu daftarkan karyawan yang berpartisipasi. Simpan informasi dasar yang diperlukan agar HR bisa menjawab pertanyaan keseharian tanpa menelusuri banyak berkas.
  3. Kelola permohonan dan penyaluran. Saat ada permohonan bantuan atau penyaluran tertentu, tambahkan catatan ringkas: siapa, kapan, dan keputusan internalnya. Riwayat ini membantu menjaga transparansi dan memudahkan audit internal.
  4. Gunakan sebagai rujukan saat payroll. Ketika menyiapkan penggajian di modul Payroll & PPh 21, manfaatkan catatan keikutsertaan dan penyaluran sebagai acuan agar perlakuan pada penggajian konsisten dengan kebijakan perusahaan. Dengan rujukan yang jelas, proses rekonsiliasi dengan tim keuangan menjadi lebih cepat.
  5. Arsipkan dokumen terkait karyawan. Simpan dokumen atau persetujuan yang relevan melalui bagian Data Karyawan, Kontrak & Surat, sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan, HR memiliki berkas yang lengkap dalam satu ekosistem HRIS.
  6. Evaluasi berkala lewat ringkasan SDM. Secara periodik, tinjau Laporan SDM untuk melihat gambaran tim dan menjadikannya bahan evaluasi program. Diskusikan tindak lanjut dengan pimpinan—apakah program dilanjutkan, disesuaikan, atau ditutup.

Terhubung dengan Bagian Lain

  • Payroll & PPh 21: Catatan keikutsertaan dan penyaluran dari Kesejahteraan & Koperasi menjadi rujukan saat menyiapkan penggajian dan perlakuan PPh 21 sesuai kebijakan perusahaan.
  • Data Karyawan, Kontrak & Surat: Tempat menyimpan dokumen pendukung seperti persetujuan keikutsertaan atau pemberitahuan kebijakan agar arsip personalia selalu lengkap.
  • Laporan SDM: Membantu manajemen membaca gambaran SDM secara menyeluruh sebagai bahan evaluasi dampak program kesejahteraan dan koperasi.
  • Absensi & Shift: Informasi kehadiran memberi konteks bagi HR saat meninjau kebutuhan kesejahteraan, terutama untuk tim dengan pola kerja bergilir.
  • Cuti & Izin: Data cuti bisa menjadi referensi tambahan saat menilai penggunaan atau kebutuhan program pendukung keseimbangan kerja-hidup.
  • KPI & Penilaian: Hasil penilaian dapat menjadi masukan saat menyusun prioritas program pengembangan kesejahteraan yang mendukung performa.
  • Rekrutmen: Informasi mengenai program kesejahteraan membantu tim rekrutmen menyampaikan nilai tambah perusahaan kepada kandidat.
  • Aplikasi Mobile & WFA: Dukungan kerja jarak jauh menjadikan kebijakan yang terdokumentasi di HRIS semakin penting agar komunikasi tetap jelas meskipun tim tersebar.

Contoh Situasi

Skenario 1 (Toko retail): Sebelum menggunakan fitur ini, toko Anda menjalankan koperasi karyawan dengan iuran bulanan—namun semua dicatat di spreadsheet terpisah. Saat payroll, tim keuangan sering melewatkan iuran beberapa orang karena daftar peserta tidak sinkron. Karyawan komplain, dan masing-masing perlu koreksi manual di akhir bulan. Setelah Anda merapikan administrasi di Kesejahteraan & Koperasi, daftar peserta dan iuran menjadi rujukan yang konsisten saat menyiapkan gaji di modul Payroll & PPh 21. Contoh: misalnya ada 18 karyawan aktif dengan iuran koperasi masing-masing Rp50.000 per bulan (ilustrasi), tim cukup membuka rujukan yang sama sehingga kecil kemungkinan ada yang terlewat. Proses tutup bulan lebih tenang, komplain berkurang.

Skenario 2 (Distributor): Perusahaan Anda menyediakan program bantuan pendidikan anak dengan plafon tahunan (ilustrasi: Rp1.500.000 per karyawan). Sebelum rapi, pengajuan lewat chat dan email, nota terselip, keputusan tidak terdokumentasi. Akibatnya, sulit menilai siapa yang sudah menerima bantuan dan berapa sisa plafon internal yang ingin Anda jaga. Setelah menggunakan Kesejahteraan & Koperasi, setiap pengajuan disimpan sebagai catatan administratif HR: siapa yang mengajukan, kapan diputuskan, dan nominal penyaluran (ilustrasi). Saat rapat bulanan, Anda menggunakan ringkasan di Laporan SDM untuk melihat gambaran dampak program dan berdiskusi apakah kebijakan perlu disesuaikan.

Tips agar Hasilnya Maksimal

  • Tulis definisi program secara jelas: tujuan, syarat, alur persetujuan, dan contoh kasus; unggah atau arsipkan bersama agar tim HR dan pimpinan mengacu ke dokumen yang sama.
  • Gunakan penamaan program dan periode yang konsisten sehingga pencarian cepat dan tidak menimbulkan ganda data.
  • Lakukan uji coba internal sebelum periode payroll berjalan penuh: pilih beberapa karyawan sebagai sampel, siapkan rujukan, dan cek alur koordinasi HR–keuangan.
  • Jadwalkan review berkala (misalnya triwulanan) menggunakan Laporan SDM untuk menilai relevansi program dan memastikan anggaran selaras dengan prioritas bisnis.
  • Koordinasikan kategori biaya dengan tim keuangan agar pencatatan internal perusahaan tetap rapi ketika ada penyaluran manfaat atau iuran rutin.
  • Sosialisasikan kebijakan dan perubahan penting secara tertulis kepada karyawan, lalu simpan ringkasannya di arsip personalia supaya mudah dilacak.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah fitur Kesejahteraan & Koperasi harus terhubung ke payroll?

Tidak harus. Anda dapat menggunakannya untuk merapikan administrasi program terlebih dahulu. Ketika siap, data tersebut bisa dijadikan rujukan saat menyiapkan penggajian di modul Payroll & PPh 21.

Apakah fitur ini mendukung skema koperasi simpan-pinjam yang kompleks?

Fokus fitur ini adalah merapikan administrasi dan keikutsertaan karyawan, serta mencatat penyaluran secara ringkas. Untuk perhitungan rinci skema tertentu, Anda dapat mengelolanya melalui proses keuangan internal perusahaan dan menggunakan catatan di HRIS sebagai rujukan saat payroll.

Bagaimana perlakuan PPh 21 untuk manfaat kesejahteraan?

Perlakuan pajak mengikuti kebijakan perusahaan dan ketentuan yang berlaku. Anda dapat menghitung PPh 21 di modul Payroll & PPh 21 seperti biasa, menggunakan catatan dari Kesejahteraan & Koperasi sebagai rujukan agar konsisten.

Bagaimana jika kebijakan berubah di tengah tahun?

Perbarui informasi program dan komunikasikan perubahan tersebut kepada karyawan. Simpan catatan periode berlakunya agar HR dan keuangan memiliki rujukan yang sama ketika menyiapkan penggajian dan melakukan evaluasi.

Siap merapikan administrasi kesejahteraan dan koperasi karyawan? Coba HRIS Marlin dan jalankan kebijakan dengan lebih tertib serta mudah ditindaklanjuti.

08

Aplikasi Mobile & WFA

Aplikasi Mobile & WFA

Tim kerja menyebar, absensi masih di chat, persetujuan cuti menumpuk, slip gaji menunggu tanda tangan?

Anda mungkin menjalankan toko atau distribusi dengan tim yang tersebar di cabang, gudang, dan lapangan. Sebagian bekerja dari rumah saat diperlukan. Di grup chat, karyawan mengirim “sudah masuk” setiap pagi, sementara supervisor menandai manual di spreadsheet. Saat ada karyawan butuh izin, pesannya tenggelam oleh ratusan obrolan lain. HR baru sadar seminggu kemudian saat rekap gaji; akibatnya, angka lembur, izin, dan potongan jadi simpang siur.

Di sisi lain, slip gaji masih dikirim lewat kertas atau file yang tercecer. Karyawan sulit memeriksa rincian potongan, atasan susah memantau status cuti tim, dan HR harus menjawab pertanyaan berulang yang sama: “jatah cuti saya sisa berapa?”, “absen saya minggu lalu sudah masuk belum?”. Semua ini memakan waktu, menambah salah paham, dan pada akhirnya membuat proses SDM terasa berat, padahal yang Anda butuhkan adalah alur sederhana yang bisa jalan dari mana saja.

Aplikasi Mobile & WFA (Work From Anywhere) di HRIS Marlin membantu memindahkan proses SDM harian ke satu tempat yang bisa diakses tanpa harus berada di kantor. Kehadiran harian dapat dicatat secara daring, pengajuan cuti & izin terdokumentasi rapi, informasi penggajian yang dipublikasikan HR dapat dilihat karyawan, data karyawan mudah diperbarui, rekrutmen dan penilaian bisa dipantau saat Anda sedang mobile. Semuanya terhubung dengan modul HRIS yang relevan di Marlin sehingga catatan tetap konsisten dan mudah ditelusuri.

Apa yang Bisa Anda Lakukan

Catat Kehadiran dan Shift Secara Daring

Di aplikasi, karyawan dapat menandai kehadiran hariannya sesuai jadwal yang telah ditetapkan di modul Absensi & Shift. Pencatatan ini berlangsung secara daring sehingga supervisor maupun HR tidak perlu mengumpulkan bukti chat atau rekap manual. Kehadiran yang terekam akan tersimpan pada modul Absensi & Shift sehingga status hadir, terlambat, atau tidak hadir dapat ditelaah kembali ketika diperlukan.

Kenapa penting: bisnis ritel dan distribusi bergantung pada ketersediaan orang di jam dan lokasi yang tepat. Dengan pencatatan kehadiran yang terdokumentasi di satu sistem, atasan bisa langsung melihat pola kehadiran tim tanpa menunggu rekap mingguan. HR pun memiliki dasar yang jelas saat menyusun laporan kehadiran atau ketika menyiapkan data untuk proses penggajian.

Ajukan Cuti & Izin Tanpa Datang ke Kantor

Karyawan dapat mengajukan cuti dan izin secara daring. Pengajuan terekam rapi di modul Cuti & Izin, lengkap dengan tanggal dan keterangan sesuai kebutuhan. Atasan kemudian dapat menindaklanjuti pengajuan tersebut di sistem, sehingga statusnya tidak lagi bergantung pada chat terserak atau catatan pribadi.

Kenapa penting: ketika pengajuan terdokumentasi, saldo cuti bisa dipantau di modul Cuti & Izin dan jadwal kerja dapat diatur dengan lebih realistis. Anda terhindar dari tumpang tindih izin, dan HR memiliki arsip yang bisa ditelusuri kembali jika ada pertanyaan di kemudian hari.

Akses Informasi Penggajian dan PPh 21 Secara Pribadi

Tim payroll memproses penggajian di modul Payroll & PPh 21. Informasi penggajian yang telah dibagikan melalui HRIS dapat diakses oleh karyawan secara pribadi. Dengan begitu, pertanyaan umum seperti rincian penghasilan, potongan, atau komponen PPh 21 yang relevan dapat dijawab langsung oleh karyawan dengan melihat data yang tersedia di sistem.

Kenapa penting: penggajian menyita banyak waktu jika karyawan harus menanyakan hal yang sama berulang kali. Menyediakan akses mandiri membuat tim lebih mandiri dan mengurangi beban HR. Selain itu, transparansi yang terjaga membantu mengurangi kesalahpahaman.

Perbarui Data Diri, Kontrak, dan Dokumen HR Dengan Tertib

Data karyawan tersimpan di modul Data Karyawan, Kontrak & Surat. Melalui akses WFA, karyawan dapat meninjau data pribadinya yang tersimpan dan menyampaikan pembaruan yang diperlukan kepada HR. HR juga dapat membagikan dokumen seperti surat keterangan atau berkas terkait kontrak melalui sistem, sehingga tidak lagi bergantung pada pertukaran file acak.

Kenapa penting: data yang akurat adalah fondasi untuk proses HR lain, dari penggajian hingga pelaporan. Dengan alur pembaruan yang tertib, perubahan alamat, rekening, atau kontak darurat dapat segera tertangani tanpa menunggu karyawan datang ke kantor.

Rekrutmen dan Onboarding Tetap Bergerak Saat Anda Mobile

Tim rekrutmen dapat memantau proses rekrutmen yang dijalankan di modul Rekrutmen saat sedang bepergian. Status kandidat dapat diperiksa dan dicatat ke dalam sistem, sehingga keputusan tetap terdokumentasi. Hal ini membantu hiring manager dan HR menjaga kelancaran proses tanpa harus menunggu berada di depan komputer kantor.

Kenapa penting: perekrutan sering melibatkan banyak pihak dan tenggat yang ketat. Dengan catatan status yang selalu terbarui, Anda bisa menghindari keterlambatan komunikasi yang berakibat kandidat potensial hilang.

KPI & Penilaian Berjalan Tanpa Tatap Muka Langsung

Penetapan target dan evaluasi yang dikelola di modul KPI & Penilaian tetap dapat dijalankan meskipun atasan dan karyawan tidak berada di tempat yang sama. Karyawan dapat meninjau sasaran yang telah ditetapkan dan mengisi bagian yang menjadi tanggung jawabnya. Atasan pun bisa memberi umpan balik saat memiliki waktu, tanpa perlu menunggu sesi tatap muka.

Kenapa penting: ritme penilaian yang konsisten berdampak langsung ke kinerja tim. Dengan alur yang terdokumentasi di sistem, Anda memiliki jejak yang jelas untuk pengembangan karyawan dan keputusan terkait kompensasi atau promosi.

Bagaimana Alurnya di Marlin

  1. Siapkan data karyawan. HR mengelola profil di modul Data Karyawan, Kontrak & Surat. Informasi dasar karyawan tersimpan sebagai rujukan untuk proses lain di HRIS.
  2. Atur jadwal dan pola kerja. Di modul Absensi & Shift, buat jadwal kerja sesuai kebutuhan unit/cabang. Jadwal ini menjadi acuan karyawan saat mencatat kehadiran secara daring.
  3. Kehadiran harian dicatat. Pada hari kerja, karyawan menandai kehadirannya secara daring. Catatan ini tersimpan di modul Absensi & Shift dan dapat ditinjau oleh atasan atau HR ketika diperlukan.
  4. Pengajuan cuti & izin diajukan dan ditindaklanjuti. Karyawan mengajukan cuti/izin di modul Cuti & Izin, kemudian atasan menindaklanjuti sesuai kebijakan internal. Setelah diproses, status pengajuan tercatat sehingga saldo cuti bisa dipantau di modul yang sama.
  5. Penggajian disiapkan oleh payroll. Menjelang periode gajian, tim payroll menggunakan data relevan dari modul Absensi & Shift serta Cuti & Izin sebagai bahan perhitungan di modul Payroll & PPh 21. Setelah selesai, informasi penggajian yang dibagikan melalui HRIS dapat diakses oleh karyawan.
  6. Pembaruan data karyawan berjalan tertib. Karyawan menyampaikan kebutuhan pembaruan data, dan HR memperbarui di modul Data Karyawan, Kontrak & Surat. Dokumen terkait dapat dibagikan melalui sistem agar mudah diakses dan terdokumentasi.
  7. Penilaian dan pengembangan tetap berlanjut. Di modul KPI & Penilaian, atasan dan karyawan mengisi dan meninjau sasaran/penilaian. Proses ini dapat berlangsung tanpa tatap muka langsung dan tetap tercatat untuk evaluasi periodik.
  8. Pemantauan melalui laporan. Ringkasan kehadiran, cuti, dan indikator SDM lain dapat dilihat di Laporan SDM, sehingga manajemen mendapat gambaran kondisi terkini tim kerja.

Terhubung dengan Bagian Lain

  • Absensi & Shift: Pencatatan kehadiran daring dan acuan jadwal kerja karyawan tersimpan di sini untuk ditinjau kembali.
  • Cuti & Izin: Pengajuan dan status cuti/izin terdokumentasi, membantu memastikan saldo cuti dan ketersediaan tim tetap terkontrol.
  • Payroll & PPh 21: Data kehadiran dan cuti yang relevan dapat dijadikan dasar perhitungan oleh tim payroll saat memproses penggajian.
  • Data Karyawan, Kontrak & Surat: Profil, perubahan data, serta dokumen internal HR dibagikan dan disimpan agar mudah diakses dan ditelusuri.
  • Rekrutmen: Tim dapat memantau status kandidat dan mencatat keputusan selama proses rekrutmen berlangsung.
  • KPI & Penilaian: Target dan evaluasi kinerja dapat diisi dan ditinjau meskipun tim tidak berada di lokasi yang sama.
  • Kesejahteraan & Koperasi: Informasi program kesejahteraan yang diatur HR dapat diakses oleh karyawan melalui HRIS.
  • Laporan SDM: Ringkasan metrik SDM seperti kehadiran dan cuti mendukung pengambilan keputusan sehari-hari.

Contoh Situasi

Skenario 1 (Toko Ritel Multi-Cabang)
Sebelum: Di sebuah jaringan toko ritel dengan 3 cabang (contoh), 15 karyawan (misalnya) mencatat kehadiran lewat chat grup tiap pagi. Supervisor mengunduh chat dan menandai spreadsheet pada akhir minggu. Ketika ada karyawan yang mengajukan cuti mendadak, supervisor baru mengetahui saat menyusun jadwal giliran hari berikutnya. HR menerima pertanyaan berulang soal sisa cuti dan jam kerja yang tercatat.
Sesudah: Karyawan mencatat kehadiran secara daring sesuai jadwal pada modul Absensi & Shift. Pengajuan cuti dilakukan di modul Cuti & Izin dan statusnya bisa dicek kapan saja. Saat payroll tiba, data relevan tersedia untuk tim payroll di modul Payroll & PPh 21. HR tidak lagi mengumpulkan potongan chat, dan supervisor bisa melihat siapa yang hadir atau izin berdasarkan catatan yang sudah terekam.

Skenario 2 (Distributor dengan Tim Lapangan)
Sebelum: Tim sales lapangan (contoh 10 orang) mengirim laporan harian lewat email. Rekap jam kerja dan izin izin dicatat manual oleh admin. Hiring manager kesulitan melacak status kandidat saat sedang kunjungan ke pelanggan, sehingga beberapa kandidat yang layak terlambat ditindaklanjuti.
Sesudah: Sales mencatat kehadiran secara daring. Bila butuh izin, pengajuan dilakukan dan tercatat di modul Cuti & Izin. Hiring manager memantau status kandidat pada modul Rekrutmen meski sedang di perjalanan. Proses penilaian kinerja periodik berlangsung di modul KPI & Penilaian sehingga dokumentasinya terjaga. Ketika penggajian tiba, tim payroll merujuk data relevan di HRIS tanpa harus meminta rekap manual dari admin.

Tips agar Hasilnya Maksimal

  • Tetapkan jadwal dan pola shift di modul Absensi & Shift terlebih dahulu, agar karyawan punya acuan jelas saat mencatat kehadiran.
  • Dokumentasikan aturan cuti & izin (jenis, bukti, waktu pengajuan) dan konsisten menggunakan modul Cuti & Izin untuk semua permohonan.
  • Buat kebiasaan publikasi informasi penggajian di HRIS pada hari yang sama setiap periode, sehingga karyawan tahu kapan harus memeriksa.
  • Gunakan Laporan SDM secara rutin untuk meninjau tren kehadiran dan cuti; tindak lanjuti pola yang mengganggu jadwal operasional.
  • Pastikan data karyawan selalu mutakhir di modul Data Karyawan, Kontrak & Surat agar proses lain (cuti, penggajian, penilaian) berjalan mulus.
  • Jadwalkan siklus penetapan dan review KPI di modul KPI & Penilaian agar tidak menumpuk di akhir tahun.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aplikasi Mobile & WFA ini bagian dari HRIS Marlin?

Ya. Fitur ini merupakan bagian dari modul HRIS di Marlin yang dirancang untuk membantu proses SDM seperti kehadiran, cuti, penggajian, rekrutmen, serta KPI & penilaian.

Bisakah karyawan mencatat kehadiran dan mengajukan cuti dari luar kantor?

Bisa. Kehadiran dapat dicatat secara daring sesuai jadwal yang dibuat di modul Absensi & Shift, dan pengajuan cuti/izin dikelola di modul Cuti & Izin sehingga seluruh proses terdokumentasi tanpa harus datang ke kantor.

Bagaimana karyawan menerima informasi penggajian?

Tim payroll memproses penggajian di modul Payroll & PPh 21. Informasi penggajian yang dibagikan melalui HRIS dapat diakses oleh karyawan, sehingga mereka bisa meninjau rincian yang relevan secara mandiri.

Apakah data kehadiran digunakan dalam proses payroll?

Ya. Data yang tercatat di modul Absensi & Shift serta Cuti & Izin dapat dijadikan dasar oleh tim payroll saat memproses penggajian di modul Payroll & PPh 21.

Siap membuat proses SDM berjalan rapi dari mana saja? Coba Aplikasi Mobile & WFA di HRIS Marlin dan rasakan kemudahannya dalam aktivitas harian tim Anda.

09

Laporan SDM

Laporan SDM

Sering merasa rapat mingguan habis waktu hanya untuk bertanya, "Siapa yang absen? Cuti siapa yang menumpuk? Payroll sudah beres belum?"

Di toko atau gudang yang sibuk, informasi SDM sering tersebar: absensi dikumpulkan dari catatan harian, cuti lewat chat, payroll di file terpisah, rekrutmen di spreadsheet lain, KPI di dokumen terpisah. Begitu ada pertanyaan sederhana seperti total hari hadir minggu ini atau berapa orang kontrak yang akan habis bulan depan, Anda perlu menghubungi beberapa orang, menggabungkan file, dan tetap saja ragu apakah datanya paling baru.

Akibatnya keputusan jadi melambat. Penjadwalan shift terhambat, lembur tak terpantau, kuota cuti meleset dari aturan, dan biaya tenaga kerja terasa "mengambang". Tim HR kewalahan menjawab permintaan data ad hoc, manajer toko menunggu, dan pemilik usaha tidak mendapat gambaran utuh untuk bertindak cepat.

Laporan SDM di Marlin HRIS menyatukan data yang sudah Anda catat di modul Absensi & Shift, Cuti & Izin, Payroll & PPh 21, Rekrutmen, KPI & Penilaian, serta Data Karyawan menjadi satu rangkuman yang mudah dibaca. Anda tidak perlu mengolah ulang—cukup buka laporan yang relevan untuk melihat kondisi tim, memahami penyebabnya, dan memutuskan langkah selanjutnya.

Apa yang Bisa Anda Lakukan

Rekap Kehadiran dan Jam Kerja dari Absensi & Shift

Laporan SDM menghimpun catatan absensi yang sudah diinput tim Anda melalui modul Absensi & Shift menjadi rekap kehadiran dan jam kerja. Anda melihat gambaran siapa yang hadir sesuai jadwal, total jam tercatat, serta pola kehadiran tim berdasarkan catatan yang ada. Semua berasal dari data yang tim Anda sudah masukkan, tanpa perlu salin-tempel dari sumber berbeda.

Kenyataannya, keputusan operasional—seperti menambah orang di shift sibuk atau mengingatkan disiplin jam masuk—butuh data hadir yang rapi. Dengan rekap ini, Anda bisa mendeteksi kecenderungan keterlambatan atau kekurangan tenaga pada hari tertentu, lalu menindaklanjuti langsung di pengaturan shift atau komunikasi tim.

Ringkasan Cuti & Izin: Hak dan Pemakaian yang Tercatat

Pengajuan cuti dan izin yang Anda kelola di modul Cuti & Izin dirangkum di Laporan SDM sebagai penggunaan dan sisa hak sesuai catatan sistem. Anda bisa meninjau siapa yang sudah memakai jatah, siapa yang akan cuti dalam waktu dekat, dan apakah ada unit kerja yang cenderung menumpuk pengajuan di periode tertentu.

Tanpa ringkasan ini, toko berisiko kekurangan orang saat peak season, atau terjadi ketidakadilan karena pemakaian hak tidak terpantau konsisten. Dengan melihat ringkasan yang bersumber dari data pengajuan resmi, penjadwalan dapat disesuaikan sejak awal dan komunikasi ke tim jadi jelas.

Gambaran Payroll & PPh 21 dari Perhitungan yang Sudah Anda Catat

Setiap komponen penghasilan dan potongan yang telah Anda kelola di modul Payroll & PPh 21 dapat diringkas di Laporan SDM. Anda meninjau total penggajian sebagaimana dihitung di sistem, termasuk gambaran potongan dan PPh 21 sesuai pencatatan Anda, sehingga ada satu tempat untuk memahami besaran biaya tenaga kerja yang tercatat.

Ini penting untuk menjaga kontrol biaya. Misalnya, Anda bisa melihat (contoh) total penggajian periode tertentu dan segera mengaitkannya dengan tren kehadiran. Jika beban naik, Anda dapat kembali ke modul Payroll untuk menelusuri komponennya, atau ke Absensi & Shift untuk melihat perubahan jam kerja yang tercatat.

Status Karyawan, Kontrak, dan Dokumen yang Menjadi Dasar Operasional

Data Karyawan, termasuk informasi kontrak dan surat yang Anda kelola di modul terkait, menjadi fondasi banyak keputusan HR. Laporan SDM menyajikan rangkuman status kepegawaian sebagaimana tercatat—misalnya berapa banyak karyawan aktif sesuai catatan Anda, siapa yang masa kontraknya mendekati akhir sesuai tanggal yang tersimpan, dan unit yang sedang kosong jabatan berdasarkan data yang telah diinput.

Rangkuman ini membantu Anda melakukan perencanaan tenaga kerja. Alih-alih menunggu kontrak habis baru heboh rekrutmen, Anda bisa lebih dini menyusun rencana pengganti, meninjau kebutuhan shift, dan menyiapkan dokumen yang diperlukan berdasarkan data yang memang sudah ada di sistem.

Perkembangan Rekrutmen yang Anda Catat, Dirangkum untuk Aksi Cepat

Aktivitas di modul Rekrutmen—seperti lowongan yang Anda buat dan kandidat yang dicatat—dapat direkap di Laporan SDM. Anda melihat gambaran singkat perkembangan proses yang sedang berjalan berdasarkan data yang telah dimasukkan tim, sehingga mudah mengidentifikasi lowongan yang perlu diprioritaskan penanganannya.

Untuk bisnis ritel atau distribusi yang dinamis, posisi frontliner, gudang, dan kurir sering berubah. Rangkuman rekrutmen membantu Anda melihat bottleneck berdasarkan catatan yang ada: apakah banyak kandidat menunggu tindak lanjut, atau ada lowongan yang belum terisi lama sehingga perlu strategi berbeda.

Capaian KPI & Penilaian yang Terekam, Jadi Bahan Diskusi yang Objektif

Jika Anda menggunakan modul KPI & Penilaian, hasil yang sudah diinput dapat diringkas di Laporan SDM. Tujuannya sederhana: ketika rapat kinerja, semua pihak melihat data yang sama—target, capaian, dan catatan penilaian sebagaimana disimpan di sistem—bukan interpretasi pribadi.

Dengan cara ini, coaching karyawan dan perencanaan pelatihan menjadi berbasis data nyata yang sudah terekam. Anda bisa memadankan ringkasan KPI dengan kehadiran dan hasil rekrutmen untuk menyusun prioritas peningkatan tim sesuai kebutuhan operasional.

Bagaimana Alurnya di Marlin

  1. Siapkan data dasar di modul HRIS yang relevan. Contohnya: Data Karyawan (identitas, status, dan informasi kontrak yang Anda perlukan), Absensi & Shift (aturan dan pencatatan absensi), Cuti & Izin (hak dan alur pengajuan), Payroll & PPh 21 (komponen penghasilan dan potongan), Rekrutmen (lowongan dan kandidat yang dicatat), serta KPI & Penilaian (target dan hasil yang diinput).
  2. Aktivitas harian berjalan seperti biasa: tim melakukan absensi sesuai kebijakan yang Anda tetapkan, pengajuan cuti & izin diproses, proses rekrutmen diperbarui ketika ada kandidat baru atau tahapan berjalan, dan penilaian/kPI diisi sesuai jadwalnya.
  3. Pada saat penggajian, Anda melakukan perhitungan di modul Payroll & PPh 21. Hasil perhitungan tersebut tersimpan di sistem sesuai komponen yang Anda gunakan.
  4. Ketika Anda membuka Laporan SDM, sistem menyajikan rangkuman berdasarkan data yang sudah tercatat di modul-modul di atas. Di belakang layar, laporan mengambil informasi terkini yang telah disimpan—tidak ada input ulang yang diperlukan untuk menampilkannya.
  5. Tinjau ringkasan yang relevan. Misalnya, amati rekap kehadiran yang diambil dari Absensi & Shift, ringkasan pemakaian hak cuti & izin, gambaran total penggajian dari Payroll & PPh 21, status kontrak dari Data Karyawan, perkembangan Rekrutmen, serta capaian dari KPI & Penilaian sesuai catatan Anda.
  6. Gunakan temuan laporan untuk tindakan. Jika terlihat kebutuhan penyesuaian shift, kembali ke Absensi & Shift. Jika hak cuti mulai menipis di satu tim, kelola prioritas dan komunikasi di Cuti & Izin. Jika biaya tenaga kerja meningkat, telusuri komponennya di Payroll & PPh 21. Semua tindak lanjut dilakukan di modul sumber datanya.
  7. Jadikan laporan sebagai bahan rapat berkala. Dengan satu sumber ringkasan yang konsisten dari data yang sama, pembahasan jadi fokus ke tindakan, bukan perdebatan asal-usul angka.

Terhubung dengan Bagian Lain

  • Absensi & Shift: Laporan kehadiran dan jam kerja dirangkum dari catatan absensi yang dimasukkan di modul ini.
  • Cuti & Izin: Ringkasan pemakaian dan sisa hak mengacu pada pengajuan yang Anda kelola di sini.
  • Payroll & PPh 21: Gambaran biaya tenaga kerja bersumber dari perhitungan penggajian yang telah Anda catat.
  • Data Karyawan, Kontrak & Surat: Status karyawan dan informasi kontrak yang tersimpan menjadi dasar penentuan kondisi tenaga kerja.
  • Rekrutmen: Perkembangan lowongan dan kandidat yang Anda input diringkas agar mudah dipantau.
  • KPI & Penilaian: Capaian target dan hasil penilaian yang terekam menjadi bagian dari bahan diskusi performa.
  • Kesejahteraan & Koperasi: Aktivitas kesejahteraan atau koperasi yang Anda catat dapat direkap untuk gambaran keterlibatan karyawan.
  • Aplikasi Mobile & WFA: Jika tim mencatat absensi atau pengajuan melalui aplikasi, data tersebut mengalir ke rangkuman laporan yang sama.

Contoh Situasi

Skenario 1 (Toko Ritel): Sebelum memakai Laporan SDM, kepala toko memeriksa kehadiran lewat foto di grup chat dan spreadsheet manual. Saat ada pegawai berhalangan, jadwal berubah tanpa jejak. Payroll akhir bulan terasa "mengejutkan" karena jam kerja yang tercatat tidak konsisten. Setelah menggunakan Laporan SDM, kepala toko membuka rangkuman kehadiran yang bersumber dari Absensi & Shift dan langsung melihat pola. Misalnya, dalam satu minggu (contoh) tiga orang sering datang lebih lambat 15 menit. Ia menindaklanjuti dengan mengatur ulang briefing pagi. Di saat yang sama, ringkasan Cuti & Izin menunjukkan (contoh) ada dua orang yang akan cuti pekan depan; jadwal disiapkan lebih awal. Ketika payroll dihitung, gambaran total penggajian yang berasal dari modul Payroll & PPh 21 mudah dikaitkan dengan jam kerja yang tercatat. Rapat mingguan jadi 10 menit membahas tindakan, bukan 30 menit mencari-cari angka.

Skenario 2 (Distributor): Sebelum memakai Laporan SDM, manajer operasional mengumpulkan data sopir dan tim gudang dari berbagai catatan: absensi di mesin, cuti di kertas, rekrutmen di email, KPI di file terpisah. Akibatnya, saat ada lonjakan order, sulit menilai cepat apakah kapasitas tim cukup. Setelah memakai Laporan SDM, ia meninjau ringkasan tenaga kerja dari Data Karyawan (contoh: 38 karyawan aktif sesuai catatan), melihat penggunaan cuti bulan berjalan dari Cuti & Izin (contoh: 6 orang mengambil cuti pekan ini), dan mencocokkan dengan rekap kehadiran dari Absensi & Shift. Ia juga memantau perkembangan Rekrutmen untuk posisi helper yang belum terisi. Keputusan menambah orang harian atau mengatur shift sore diambil pada hari yang sama, berdasarkan rangkuman yang bersumber dari data yang sudah dicatat di sistem.

Tips agar Hasilnya Maksimal

  • Pastikan semua aktivitas SDM dicatat di modul yang sesuai (Absensi, Cuti, Payroll, Rekrutmen, KPI, Data Karyawan), agar Laporan SDM memantulkan kondisi nyata.
  • Tetapkan kebiasaan update harian pada Absensi & Shift dan proses persetujuan Cuti & Izin, supaya ringkasan selalu mengikuti keadaan terbaru.
  • Lakukan pengecekan akhir di Payroll & PPh 21 sebelum periode berakhir, sehingga gambaran biaya tenaga kerja di laporan merefleksikan perhitungan yang sudah selesai.
  • Gunakan satu acuan tanggal/periode internal untuk rapat (misalnya akhir pekan atau akhir bulan) agar semua orang membaca rentang data yang sama saat meninjau laporan.
  • Simpan informasi kontrak dan perubahan status karyawan segera setelah terjadi, supaya perencanaan tenaga kerja berbasis data yang akurat.
  • Jadikan laporan sebagai materi rapat tetap: catat tindakan lanjutan di modul sumbernya pada hari yang sama agar tidak tertunda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Dari mana saja sumber data Laporan SDM?

Laporan SDM merangkum informasi yang sudah Anda catat di modul HRIS: Absensi & Shift, Cuti & Izin, Payroll & PPh 21, Data Karyawan (termasuk kontrak & surat), Rekrutmen, serta KPI & Penilaian. Ringkasan ini menampilkan apa yang ada di sistem—tanpa input ulang.

Apakah Laporan SDM tetap berguna jika saya hanya menggunakan sebagian modul HRIS?

Bisa. Laporan akan menampilkan rangkuman dari modul yang Anda pakai. Jika Anda belum menggunakan satu modul tertentu, bagian terkait di laporan tidak akan berisi data hingga Anda mulai mencatatnya.

Seberapa sering data di Laporan SDM diperbarui?

Laporan mengacu pada data yang tersimpan di modul-modul HRIS Anda. Ketika catatan di modul tersebut diperbarui atau diselesaikan (misalnya pengajuan cuti disetujui atau payroll dihitung), ringkasan yang Anda lihat mengikuti data yang tersimpan.

Apakah Laporan SDM mencakup informasi PPh 21?

Ya. Jika Anda mengelola penggajian di modul Payroll & PPh 21, Laporan SDM dapat menampilkan gambaran komponen penggajian dan PPh 21 sebagaimana tercatat di sana.

Ingin melihat bagaimana ringkasan SDM ini membantu rapat Anda menjadi lebih cepat dan jelas? Coba Laporan SDM di Marlin HRIS dan rasakan kemudahan mengambil keputusan dengan satu sumber data yang rapi.

Fitur lainnya

Satu ekosistem, banyak kemungkinan

Pembelian Kemudahan pencatatan pembelian dari po supplier atau pembelian langsun... Penjualan Dengan desain menu transaksi penjualan yang user-friendly transaksi me... Keuangan Laporan keuangan lengkap dan detail, disusun secara akuntable mudah di... Persediaan Menejemen stok yang terinci, mudah melakukan pelacakan keluar masuk st... Manufaktur Monitoring proses produksi, mulai dari perencanaan bahan baku, perhitu... Laporan Pantau peforma bisnis dengan data analisis yang mudah di pahami.Lapora...

Lihat semua fitur

Siap bertumbuh bersama Marlin Pos?

Bangun Sistem Operasional untuk Masa Depan Bisnis Anda.

Coba Gratis Pusat Bantuan
+6281335344967 (hanya WA)
admin@marlinpos.id
Gg. Sadewa No.25, Kalirandu, Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Menu Utama :
Tentang
Perbandingan Harga
Partner(Referal)
Layanan Kami :
Pembelian
Penjualan
Keuangan
Persediaan
Manufaktur
Laporan
HRIS

© 2026 PT. Media Solusi Fiskal
Syarat Dan Ketentuan Kebijakan Privasi
Butuh bantuan?