Penjualan

Sering bingung menata penjualan harian—mana yang sudah dibayar, mana yang masih bon, dan bagaimana menelusuri transaksi kemarin?
Pada jam sibuk, Anda butuh kasir yang tidak banyak tanya: pilih pelanggan, tambahkan barang, cek total, dan langsung proses. Di saat lain, Anda menghadapi penjualan ke langganan yang minta tempo. Nomor nota harus rapi, gudang asal jelas, dan Anda ingin ada catatan tambahan seperti nomor referensi atau lampiran PO dari pelanggan.
Fitur Penjualan di Marlin membantu Anda menjalankan dua kebutuhan itu sekaligus. Dari layar Kasir (POS) yang ringkas untuk transaksi cepat, sampai daftar penjualan yang bisa dicari dan difilter. Penjualan tunai maupun kredit dapat dicatat, lengkap dengan tanggal jatuh tempo, pelanggan, gudang asal, deskripsi, tag, dan dokumen pendukung. Hasilnya: tim kasir bekerja cepat, bagian admin mudah menelusuri, dan pemilik usaha selalu punya jejak yang jelas.
Dengan desain menu transaksi penjualan yang user-friendly, Marlin mendukung pencatatan penjualan cash maupun kredit, pencatatan piutang pelanggan, dan pencatatan penjualan per sales. Semua mengalir dari satu tempat yang konsisten.
Apa yang Bisa Anda Lakukan
1) Jalankan Penjualan Langsung dari Kasir (POS)
Dari menu Kasir (POS), Anda membuka form transaksi penjualan yang sudah menyiapkan kode transaksi otomatis, kolom pelanggan, gudang, tanggal, serta tanggal jatuh tempo. Di bagian tengah tersedia tabel barang dengan kolom No, Item, Harga, Qty, dan Sub. Bagian bawah menampilkan Total dan Grand Total yang akan bertambah sesuai item yang Anda masukkan. Dua tombol utama—Bayar dan Tunda—membuat proses di meja kasir terasa sederhana dan tidak berbelit.
Pengaturan penting tampak jelas sejak awal sehingga kasir tidak perlu berpindah halaman. Karena pelanggan dan gudang diberi tanda wajib (asterisk), data inti penjualan Anda selalu lengkap. Ini krusial agar riwayat transaksi per pelanggan tertata, dan asal stok per gudang terdokumentasi rapi untuk tindak lanjut pengiriman maupun analisis stok.
Di gambar berikut terlihat tampilan form Kasir (POS): ada kode transaksi yang terbentuk otomatis, kolom Pelanggan dan Gudang, tanggal transaksi dan Tanggal Jatuh Tempo, area pencarian Kode atau Kode Referensi, tabel barang, serta tombol Bayar dan Tunda di bagian bawah.

2) Tahan Transaksi Sementara dengan Tombol Tunda
Pada jam ramai, sering terjadi pelanggan ingin menambah barang atau mengambil dompet. Di layar Kasir (POS), tombol Tunda ada tepat di samping tombol Bayar. Dengan sekali klik, Anda bisa menyimpan transaksi ini sementara tanpa kehilangannya. Setelah pelanggan kembali, transaksi dapat dilanjutkan dan diselesaikan.
Menyimpan transaksi sementara membantu kasir menjaga alur antrian tetap lancar. Tidak ada lagi kebingungan mencari-cari nota yang belum selesai, karena transaksi tertunda tersusun di sistem, siap diambil kembali saat dibutuhkan. Ini kebiasaan kecil yang membuat layanan di depan toko tetap mulus.
Gambar berikut menunjukkan posisi tombol Bayar dan Tunda di bagian bawah form, bersama ringkasan Total dan Grand Total.

3) Catat Penjualan Tunai maupun Kredit Lengkap dengan Jatuh Tempo
Jika pelanggan membeli dengan tempo, cukup isi Tanggal Jatuh Tempo di form. Kolom ini tampil berdampingan dengan Tanggal transaksi, sehingga kasir dapat langsung menentukannya saat membuat penjualan. Dengan begitu, transaksi kredit tercatat rapi sejak awal dan mudah ditelusuri di kemudian hari.
Bagi bisnis yang melayani langganan rutin, informasi jatuh tempo membantu tim Anda mengelola penagihan. Contoh, Anda bisa memprioritaskan follow-up untuk transaksi yang akan jatuh tempo dalam beberapa hari. Karena piutang pelanggan merupakan bagian dari alur penjualan di Marlin, data kredit ini akan berguna ketika tim melakukan pencatatan pembayaran piutang.
4) Tambahkan Deskripsi, Tag, Dokumen, dan Kode Referensi
Setiap transaksi dapat dilengkapi Informasi Tambahan: Anda bisa menulis deskripsi, menambahkan Tag, mengunggah dokumen (misalnya, file PO dari pelanggan), dan mengisi Kode Referensi. Semua berada dalam satu jendela ringan sehingga kasir tetap fokus dan admin memperoleh konteks yang cukup saat meninjau transaksi di belakang.
Praktiknya, deskripsi membantu menjelaskan hal-hal spesifik (contoh: permintaan kemasan atau catatan proyek), Tag memudahkan pengelompokan, dokumen menjadi bukti pendukung, sementara Kode Referensi membuat penelusuran antar-sumber lebih mudah. Hasil akhirnya: tidak ada lagi transaksi yang “misterius” di laporan, karena jejak informasinya lengkap.
Tampilan jendela Informasi Tambahan menampilkan kolom Deskripsi, area Tag dengan tombol + Tambah Tag, Upload dokumen, dan Kode Referensi, serta tombol Selesai.

5) Lihat dan Telusuri Daftar Penjualan
Semua transaksi akan terlihat rapi di halaman Penjualan. Anda memperoleh kolom Kode, Kode Referensi, Status, Pelanggan, Total, Potongan %, Grand Total, Deskripsi, Tanggal, dan Pengguna. Ada kolom pencarian cepat “Ketik untuk mencari …”, tombol Filter, serta opsi untuk menambah transaksi baru (+ Tambah). Status transaksi tampil jelas (misalnya Selesai), sehingga mudah memisahkan yang sudah tuntas dari yang perlu ditindaklanjuti.
Daftar ini membantu tim back-office, supervisor, maupun pemilik usaha menyisir transaksi per hari, per pelanggan, atau berdasarkan kata kunci tertentu. Karena ada Kode Referensi, Anda bisa cepat mencocokkan transaksi dengan catatan eksternal. Saat data penjualan bertambah banyak, pagination di bagian bawah memudahkan perpindahan halaman.
Gambar berikut menunjukkan daftar penjualan lengkap dengan kolom-kolomnya, beserta kolom pencarian, tombol Filter, dan tombol + Tambah.

6) Cari Transaksi dengan Kode atau Kode Referensi
Di sisi kanan layar Kasir (POS) tersedia kotak pencarian “Kode atau Kode Referensi”. Ini berguna saat Anda perlu menemukan transaksi tertentu atau mencocokkan penjualan dengan nomor acuan dari pihak lain. Dikombinasikan dengan kolom Kode Referensi di daftar penjualan, pelacakan data menjadi konsisten dari awal sampai akhir.
Kebiasaan mengisi Kode Referensi dan memanfaatkannya saat mencari akan menghemat banyak waktu, terutama ketika volume transaksi meningkat atau ketika Anda harus menjawab pertanyaan pelanggan tentang nota tertentu.
Bagaimana Alurnya di Marlin
- Buka menu Kasir (POS) lalu klik Tambah untuk memulai transaksi baru. Sistem menyiapkan kode transaksi otomatis pada kolom Kode.
- Pilih Pelanggan dan Gudang (keduanya bertanda wajib). Tentukan Tanggal transaksi. Jika transaksi adalah kredit, isi juga Tanggal Jatuh Tempo.
- Tambahkan item ke tabel penjualan. Saat item terisi, Total dan Grand Total di bagian bawah akan menampilkan ringkasan nilai transaksi.
- Bila perlu, klik Informasi Tambahan untuk mengisi Deskripsi, Tag, mengunggah dokumen, serta Kode Referensi. Informasi ini akan tersimpan bersama transaksi.
- Jika pelanggan siap membayar, klik Bayar untuk menyelesaikan transaksi. Jika perlu menunggu (contoh: pelanggan menambah barang), klik Tunda untuk menyimpan transaksi sementara.
- Setelah diselesaikan, transaksi muncul di halaman Penjualan dengan Status (misalnya Selesai), menampilkan Kode, Kode Referensi, Pelanggan, Total, Potongan %, Grand Total, Deskripsi, Tanggal, dan Pengguna.
- Untuk transaksi kredit (dengan Tanggal Jatuh Tempo), data piutang pelanggan tercatat dan dapat ditindaklanjuti dari menu yang berkaitan dengan piutang.
- Gunakan pencarian dan Filter di halaman Penjualan untuk menelusuri transaksi per pelanggan, per tanggal, atau berdasarkan kata kunci/nomor tertentu.
Terhubung dengan Bagian Lain
- Retur Penjualan: Setelah penjualan tercatat, retur dapat diproses dengan merujuk transaksi terkait agar pengembalian rapi.
- Daftar Piutang: Penjualan kredit dengan Tanggal Jatuh Tempo akan muncul sebagai piutang pelanggan untuk ditindaklanjuti.
- Pembayaran Piutang: Saat pelanggan membayar tagihan tempo, pencatatannya dilakukan di halaman ini dengan merujuk transaksi penjualan.
- Pembayaran Uang Muka: Jika menerima uang muka dari pelanggan, pencatatan ada di halaman khusus dan dapat digunakan sebagai referensi saat transaksi penjualan dibuat.
- Pengiriman Ke Pelanggan: Data pelanggan dan gudang pada penjualan membantu penjadwalan serta pencatatan pengiriman barang.
Contoh Situasi
Skenario 1 – Toko Retail dengan Antrian
Sebelum memakai fitur ini: kasir sering menumpuk nota kertas saat pelanggan minta tambah barang; beberapa transaksi lupa diselesaikan. Mencari nota tertentu membutuhkan waktu karena tidak ada pencarian.
Sesudah memakai fitur ini: kasir memulai transaksi di Kasir (POS), memilih pelanggan, menambahkan item, lalu menekan Tunda ketika pelanggan ingin kembali mengambil satu barang lagi. Setelah pelanggan kembali, kasir membuka transaksi tertunda, mengecek Total dan Grand Total, lalu menekan Bayar. Di akhir hari, admin meninjau halaman Penjualan dan menggunakan kolom pencarian untuk memastikan semua transaksi tertutup. Dalam seminggu, misalnya terjadi 50 kali penggunaan Tunda—antrian tetap berjalan tanpa menolak pelanggan lain.
Skenario 2 – Distributor yang Melayani Kredit
Sebelum memakai fitur ini: tim sering keliru mencatat tempo; dokumen PO pelanggan tercecer; saat menagih, sulit melacak mana saja yang sudah lewat jatuh tempo.
Sesudah memakai fitur ini: saat membuat penjualan, admin memilih Pelanggan, menetapkan Gudang, mengisi Tanggal dan Tanggal Jatuh Tempo. Ia menambahkan Deskripsi “Proyek A” dan Tag “distributor”, mengunggah dokumen PO, serta mengisi Kode Referensi sesuai nomor pesanan pelanggan. Transaksi muncul di daftar penjualan dengan Status Selesai dan nilai Grand Total, misalnya Rp32.500.000 (contoh). Saat masuk masa penagihan, tim meninjau Daftar Piutang untuk pelanggan tersebut dan melanjutkan proses Pembayaran Piutang berdasarkan referensi yang sama.
Tips agar Hasilnya Maksimal
- Selalu isi kolom Pelanggan dan Gudang—keduanya bertanda wajib—agar penelusuran transaksi dan stok per gudang tetap akurat.
- Gunakan Tanggal Jatuh Tempo setiap kali memberi kredit; disiplin pada kolom ini memudahkan penagihan piutang.
- Manfaatkan Informasi Tambahan: tulis deskripsi singkat, tambahkan Tag yang konsisten, dan unggah dokumen pendukung (misalnya PO pelanggan) agar konteks transaksi tidak hilang.
- Catat Kode Referensi dari sumber eksternal secara konsisten; kebiasaan ini mempercepat pencarian dengan “Kode atau Kode Referensi” dan meminimalkan salah rujuk.
- Setiap akhir shift, buka halaman Penjualan, gunakan pencarian/Filter, dan cocokkan jumlah transaksi dengan catatan kasir untuk memastikan tidak ada transaksi tertunda yang lupa diselesaikan.
- Gunakan tombol Penutupan Kasir di layar Kasir (POS) saat pekerjaan selesai agar alur kerja tim kasir lebih tertata.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah bisa mencatat penjualan kredit dengan tempo?
Bisa. Saat membuat transaksi di Kasir (POS), isi Tanggal Jatuh Tempo. Transaksi kredit ini kemudian akan tercatat sebagai piutang pelanggan dan dapat ditindaklanjuti di menu terkait piutang.
Apakah pelanggan wajib dipilih?
Ya, kolom Pelanggan diberi tanda wajib (*) dan sistem menampilkan peringatan “Pelanggan Harus Dipilih”. Ini memastikan setiap transaksi memiliki identitas pelanggan yang jelas.
Bagaimana jika transaksi belum bisa diselesaikan saat itu juga?
Gunakan tombol Tunda di bagian bawah form Kasir (POS) untuk menyimpan transaksi sementara. Setelah siap, buka kembali transaksi tersebut dan selesaikan proses pembayarannya.
Bisakah saya menambahkan dokumen pendukung seperti PO dari pelanggan?
Bisa. Buka Informasi Tambahan pada transaksi, lalu unggah dokumen melalui fitur Upload dokumen. Anda juga dapat mengisi Deskripsi, menambahkan Tag, serta Kode Referensi pada jendela yang sama.
Siap melihat alur penjualan yang lebih rapi, cepat, dan bisa ditelusuri? Coba Marlin dan rasakan sendiri bedanya di kasir maupun di meja admin.














